Technologue.id, Jakarta – Facebook melakukan penutupan pada sebuah studio di California yang bertugas untuk membuat film dan konten video bagi headset virtual reality Oculus. Sehingga, studio yang bernama The Oculus Story Studio tersebut tidak akan lagi membuat karya khas mereka.

Dilansir dari BBC (6/5/2017), langkah penutupan tersebut rupanya bertujuan menarik The Oculus Story Studio untuk membantu Facebook dalam mengembangkan konten-konten VR lainnya. Perusahaan besutan Mark Zuckerberg itu bahkan akan menyiapkan dana sebesar $50 juta untuk membayar konten non-game dari studio tersebut.

Menurut pihak studio, penutupan ini bukanlah tanda berhentinya aktifitas mereka dalam membuat film berbasiskan VR. “Kami masih benar-benar berkomitmen untuk mengembangkan film VR dan ekosistem konten kreatif,” tutur Jason Rubin, perwakilan dari The Oculus Story Studio di blognya.

Menurut dirinya, langkah ini diambil untuk membantu peningkatan jumlah pembuat serta pengembang film berbasis VR. Sehingga, dana yang dihabiskan akan jauh lebih bermanfaat.

Rubin menambahkan, divisi Oculus di kubu Facebook juga akan terus mengembangkan software dan hardware yang bertujuan untuk kelanjutan nasib teknologi VR yang telah diperkenalkannya. Dengan demikian, dirinya meyakini bahwa masa depan VR akan lebih cerah lagi dari sekarang.

Penutupan ini juga dirasa tidak akan merugikan pekerja dari The Oculus Story Studio, karena bisa melemparkan lamaran ke pihak Facebook. Studio ditutup selepas pendiri Oculus, Palmer Luckey meninggalkan perusahaan tersebut.

Baca juga:

Facebook Buka Lowongan untuk 3000 Orang, Kerjaannya Hanya untuk Melihat Video

Google dan Facebook Menjadi Korban Penipuan

Iklan di Facebook Targetkan Remaja yang Tengah Dilanda Masalah