Technologue

Facebook Messenger Bikin Layanan Informasi COVID-19 untuk Pemerintah

ANKARA, TURKEY - JANUARY 14: Logos of Facebook Messenger and Facebook are seen in Ankara, Turkey on January 14, 2020. (Photo by Muhammed Selim Korkutata/Anadolu Agency/Getty Images)

Technologue.id, Jakarta – Facebook Messenger luncurkan program untuk bantu PBB dan organisasi kesehatan pemerintah dalam menyediakan layanan informasi tentang pandemi virus corona kepada publik. Konsepnya adalah menghubungkan pengembang Messenger dengan organisasi pemerintah untuk membuat aplikasi dan bot, berbagi informasi tentang pandemi, menjawab pertanyaan umum, dan masih banyak lagi.

Dikutip dari Engadget, Kementerian Kesehatan Argentina salah satu yang pertama dalam peluncuran program baru Messenger tersebut. Mereka menggunakan Botmaker.com untuk membuat aplikasi yang dapat “menjawab pertanyaan masyarakat tentang virus corona dan memberikan saran dengan cepat dan andal selama 24 jam, ” tulis Facebook. UNICEF dan Kementerian Pelayanan Kesehatan Nasional Pakistan pun menggunakan Messenger untuk berbagi informasi COVID-19.

Baca Juga:
Facebook: Produk Kesehatan Akan Jadi Buruan Selama Puasa

“Penggunaan Messenger membantu (kami) untuk mendukung dan melayani warga yang mencari informasi tentang virus corona, sambil tetap membuka saluran bantuan kami untuk kasus-kasus yang lebih kritis,” kata Jubir Menteri Kesehatan Pakistan.

Facebook juga menciptakan hackathon, membantu pengembang untuk mencari solusi pengiriman pesan tentang COVID-19, seperti social distancing. Pengelola akan bekerja pada solusi lokal dan global, menyediakan akses materi pendidikan, tutorial, dan masih banyak lagi.

Baca Juga:
Hindari Internet Lemot, Facebook Turunkan Kualitas Video

Seperti WhatsApp Facebook, Messenger merupakan salah satu aplikasi perpesanan yang paling banyak digunakan di seluruh dunia, dengan hampir 1,5 miliar pengguna per hari. Layanan ini gratis, umumnya lebih disukai pengguna untuk mengirim pesan teks.

Hal itu menjadikan platform tersebut sebagai sumber utama informasi hoax. Untuk mengatasi hal itu, Facebook, Google, Twitter, dan raksasa teknologi lainnya setuju untuk memblokir penyebaran informasi palsu virus corona sembari mempromosikan konten yang akurat dan resmi. Sebelumnya, Facebook membuat pusat informasi aktual virus corona untuk News Feed-nya, meluncurkan chatbot, dan hub untuk WhatsApp.