Technologue.id, Jakarta – Facebook menindaktegas akun-akun perseorangan dan grup yang terindikasi melanggar kebijakan standar komunitas.

Jejaring sosial terbesar di dunia itu telah menghapus 207 halaman Facebook, 800 akun Facebook, 546 grup Facebook dan 208 akun Instagram, karena termasuk sebagai akun dengan Perilaku Tidak Otentik yang Terorganisir di Indonesia, yang menciptakan pemahaman yang kurang tepat kepada publik tentang identitas mereka yang sebenarnya dan apa yang mereka lakukan.

Baca Juga:
Waspada Penipuan Viral Pembagian Tiket Gratis Di WhatsApp dan Facebook

Seluruh halaman, akun, dan grup ini memiliki hubungan dengan Saracen – grup sindikasi online di Indonesia.

“Penyalahgunaan platform yang dilakukan oleh Saracen dengan memakai akun yang tidak otentik adalah pelanggaran terhadap kebijakan kami, dan karena itulah kami menghapus seluruh jaringan organisasi tersebut dari platform,” kata Nathaniel Gleicher, Head of Cybersecurity Policy, dalam keterangan resmi yang diterima Technologue.id, Rabu (13/2/2019).

Dalam temuan mereka, sekitar 170.000 orang mengikuti setidaknya satu dari halaman Facebook ini, dan lebih dari 65.000 orang mengikuti setidaknya salah satu dari akun Instagram tersebut.

Contoh halaman dan grup yang dihapus antara lain Permadi Arya (Page), Kata Warga (Page), Darknet ID (Page), berita hari ini (Group) dan ac milan indo (Group).

Baca Juga:
Aplikasi Populer Ini Kirim Data Ke Facebook Tanpa Izin

Dijelaskan Gleicher, alasan perusahaan menutup halaman, grup, dan akun ini dikarenakan pola perilaku mereka, bukan karena konten yang mereka post.

“Dalam kasus ini, orang-orang yang berada di balik aktivitas ini berkoordinasi satu sama lain dan menggunakan akun palsu untuk menggambarkan identitas yang tidak otentik, dan hal ini yang menjadi dasar dari tindakan yang kami lakukan,” ungkapnya.

“Kami terus bekerja untuk mendeteksi dan menghentikan aktivitas seperti ini, karena kami tidak ingin layanan ini digunakan untuk memanipulasi orang,” tandas Gleicher.

Aksi bersih-bersih yang dilakukan oleh Facebook ini hanyalah salah satu dari banyak langkah yang merkea ambil untuk mencegah pelaku kejahatan yang menyalahgunakan platform media sosial tersebut.

Facebokk akan tetap berinvestasi dalam hal keselamatan dan keamanan untuk memastikan bahwa para pengguna dapat terus terhubung dengan koneksi yang mereka temukan di Facebook.