FCC Amerika Putuskan Huawei dan ZTE Ancaman Keamanan Nasional

Technologue.id, Jakarta – Federal Communications Commission (FCC) Amerika Serikat secara resmi menyatakan bahwa Huawei dan ZTE adalah ancaman bagi keamanan nasional Amerika.

Keputusan FCC berarti bahwa perusahaan tidak dapat menggunakan subsidi dari Dana Layanan Universal FCC untuk membeli, memperoleh, memelihara, meningkatkan, memodifikasi, atau mendukung peralatan atau layanan apa pun yang disediakan oleh Huawei dan ZTE. Hal itu merupakan langkah FCC untuk melindungi jaringan komunikasi Amerika dari ancaman yang ditimbulkan oleh Cina.

Baca Juga:
Posisi 5G Huawei Terancam di Inggris?

Ketua FCC, Ajit Pai mengatakan bahwa “bukti yang kuat” mendukung keputusan tersebut. Badan-badan federal dan anggota parlemen telah lama mengklaim bahwa karena raksasa teknologi tunduk pada hukum Tiongkok, maka mereka dapat diwajibkan untuk “bekerja sama dengan badan intelijen negara,” kata Pai.

Huawei dan ZTE berkaitan dengan ‘Komunis Cina’ dan berniat untuk terlibat dalam spionase industri skala besar. Kedua perusahaan teknologi itu telah berulang kali menolak klaim ini.

“Kami tidak bisa dan tidak akan membiarkan Partai Komunis China mengeksploitasi kerentanan jaringan dan mengkompromikan infrastruktur komunikasi penting kami,” kata Ajit Pai, seperti dikutip TechCrunch (1/7/2020).

Sebelumnya, FCC telah melakukan upaya-upaya termasuk meluncurkan proses yang bertujuan menghapus peralatan Huawei dan ZTE dari jaringan komunikasi Amerika. Upayanya tidak akan berhenti di sini, karena komisi terus mengambil langkah untuk mengamankan jaringan komunikasi Amerika dari aktor-aktor jahat yang akan membahayakannya.

Dalam keterangan tertulis FCC dipenuhi klaim politik yang cukup berani, yang mendorong pencapaian teknologi dari perusahaan-perusahaan ini.

Perusahaan di Amerika masih diperbolehkan untuk berdagang dengan Huawei dan ZTE di bidang-bidang tertentu, tapi tidak akan menerima insentif keuangan apa pun untuk melakukannya, yang mengarah pada pengasingan dua raksasa telekomunikasi Cina sebagai mitra Amerika.

Baca Juga:
Huawei Bantah Isu Didepak Inggris dalam Pengembangan Jaringan 5G

Dalam sebuah pernyataan publik, Komisaris FCC Geoffrey Starks, menjelaskan bahwa ada banyak peralatan Huawei dan ZTE yang sudah digunakan yang perlu diidentifikasi dan diganti.

“Komisi telah mengambil langkah-langkah penting untuk mengidentifikasi peralatan yang bermasalah dalam sistem kami, tetapi masih banyak yang harus dilakukan,” tulisnya. “Pendanaan adalah bagian yang hilang. Kongres mengakui dalam Undang-Undang Jaringan Komunikasi Aman dan Tepercaya bahwa banyak operator akan memerlukan dukungan untuk transisi dari peralatan yang tidak dapat dipercaya, tetapi masih belum mengalokasikan dana untuk penggantian.”

Di lain pihak, juru bicara untuk Huawei dan ZTE belum memberikan tanggapan atas isu ini.

Recent Articles

Controller Xbox Series X Bakal Bisa Dipakai ke Perangkat iOS dan Android

Technologue.id, Jakarta - Microsoft menyampaikan bahwa controller Xbox Series X bakal kompatibel ke perangkat iOS dan Android. Hal ini tidak terlalu mengejutkan, mengingat...

Mudah Banget! Merekam Video ala Profesional di Samsung Galaxy Note20

Technologue.id, Jakarta - Selain kamera, fitur perekaman video di smartphone telah mengalami peningkatan dibandingkan dengan ponsel-ponsel terdahulu. Karena itu, tak jarang seseorang...

Rayakan Satu Dekade, Xiaomi Luncurkan Redmi 9A Di Indonesia

Technologue.id, Jakarta - Xiaomi resmi meluncurkan Redmi 9A dalam gelaran bertajuk "10 Years of Innovation for Everyone" pada Kamis (13/8/2020). Ponsel entry-level...

Di Balik Filosofi Desain Galaxy Note20 Series

Technologue.id, Jakarta - Dalam memilih smartphone, konsumen tidak hanya melihat harga, fitur, spesifikasi, ataupun merek. Saat ini desain smartphone justru jadi pertimbangan...

Mudah Jadi Konten Kreator dengan OPPO Reno4

Technologue.id, Jakarta - Menjadi seorang konten kreator saat ini memang menjadi impian bagi sebagian besar para milenial. Namun untuk menjalani profesi tersebut...

Related Stories