Fitur “Joinable Call” di WhatsApp Rentan Penyadapan?

Technologue.id, Jakarta – WhatsApp baru saja meluncurkan fitur baru untuk panggilan suara ataupun video di dalam grup bernama “Joinable Call”. Joinable Call merupakan fitur baru yang memungkinkan pengguna WhatsApp untuk dapat bergabung ke dalam panggilan grup meski sudah terlewat panggilannya.

Namun di balik itu, perusahaan keamanan siber global Kaspersky menilai bahwa kemampuan untuk bergabung dengan panggilan yang sedang berlangsung dapat meningkatkan risiko penyadapan (eavesdropping).

Baca Juga:
WhatsApp Rilis Fitur Joinable Call, Apa Itu?

Jika sebelumnya, setiap kita melakukan panggilan grup WhatsApp, partisipan yang tidak dapat bergabung di awal tidak akan dapat terhubung di kemudian nanti.

Namun, jika para penyerang berada di grup WhatsApp, tidak akan sulit bagi mereka untuk terhubung ke panggilan. Para penyerang hanya harus menunggu sampai sebagian besar peserta telah bergabung dan kemudian berharap mereka dapat berpartisipasi tanpa diketahui. Penyerang juga tidak perlu duduk terlalu lama menunggu panggilan dimulai, karena mereka dapat terhubung kapan saja.

Sebelumnya, fungsi yang sama juga tersedia di aplikasi messenger perusahaan Microsoft Teams.

Perlu dicatat bahwa anggota grup – terutama admin – dapat melacak partisipan dan memastikan bahwa orang luar tidak bergabung. Selain itu, aplikasi messenger itu sendiri menjamin privasi pertukaran data dalam grup melalui penggunaan enkripsi end-to-end.

Dengan demikian, baik aplikasi itu sendiri, maupun orang-orang yang mencoba meluncurkan serangan man-in-the-middle, tidak akan dapat mencegat korespondensi atau panggilan grup, termasuk panggilan grup.

Baca Juga:
WhatsApp Bisa Dipakai di 4 Perangkat Sekaligus

Hingga saat ini, sebagian besar perangkat lunak berbahaya berfokus pada penyadapan pesan WhatsApp dan dialog online yang diarsipkan, dan Kaspersky belum menemukan kasus terkait penyadapan panggilan apa pun, terutama panggilan grup.

Namun demikian, jika perangkat terinfeksi, kemungkinan besar Trojan akan memiliki kemampuan untuk merekam mikrofon dan kamera pada perangkat. Sehingga memungkinkan penyerang untuk menguping percakapan apa pun, terlepas dari saluran komunikasi yang digunakan, baik itu instant messenger atau menelepon secara reguler di ponsel.