Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Fokus Kembangkan Perangkat Lunak, Google Tutup Proyek Kacamata AR
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Beberapa perusahaan Apple dan Meta meluncurkan headset AR/VR baru mereka. Kehadiran headset oleh raksasa teknologi ini tampak menjawab kebutuhan akan perangkat canggih untuk berkomunikasi di masa depan.

Google tampak mengambil langkah kebalikannya. Perusahaan dikabarkan mengakhiri kacamata AR, yang dikenal dengan sebutan Project Iris.

Baca Juga:
Sejumlah Karyawan Waze Bakal Kena PHK Imbas Integrasi Google Ads

Kacamata AR menyerupai kacamata baca (tidak seperti headset Vision Pro Apple yang menyerupai kacamata ski), sebuah perangkat kacamata yang dipamerkan sebagai bagian dari Google I/O 2022.

Perangkat tersebut akan dapat menerjemahkan apa yang orang lain katakan secara real-time dan tampilan kata-kata tertulis pada kacamata untuk dilihat pemakainya, seperti subtitle di kehidupan nyata.

Google mengalihkan fokusnya untuk mengembangkan dan melisensikan perangkat lunak AR ke produsen headset alih-alih membangun perangkat keras. Perusahaan dilaporkan membangun platform Android XR untuk headset Samsung dan platform "micro XR" untuk kacamata.

Baca Juga:
Bos ChatGPT Sam Altman Bakal Nonton Gelut Elon Musk dan Mark Zuckerberg

Menurut Insider, keputusan untuk menghentikan proyek Iris Glasses muncul setelah laporan ketidaksepakatan internal, perubahan strategi, dan terjadinya PHK.

Sebelumnya, Google sempat antusias untuk mengembangkan perangkat keras yakni Google Glass pada 2013. Glass adalah merek kacamata pintar yang diluncurkan pada tahun tersebut, namun gagal karena daya tahan dan pengalaman pengguna yang buruk, harga tinggi, dan masalah privasi.

SHARE:

4 Smartphone Terkini yang Punya Fitur Canggih Berbasis AI

Elon Musk Pamer Superkomputer Dojo D1 dengan 8.000 GPU Nvidia H100