Galaxy Note 7 yang Masih Ada di Pasaran Akan Dibunuh Diam-Diam

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Kendati secara resmi sudah mengumumkan kalau pihaknya tak lagi menjual Galaxy Note 7, meminta konsumen yang terlanjur membelinya untuk mengembalikan, hingga meminta maaf secara terbuka atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan, ternyata masih ada Galaxy Note 7 yang berkeliaran di masyarakat.

Hal itu terbukti dari laporan seorang pengguna Galaxy Note 7 di Amerika Serikat yang mendapatkan peringatan keras di ponselnya. “TERHITUNG PADA 15 DESEMBER, SAMSUNG AKAN MEMODIFIKASI SOFTWARE GALAXY NOTE 7 HINGGA TAK BISA DI-CHARGE. PONSEL INI TAK AKAN BEKERJA LAGI,” begitu isi pesan tersebut seperti dipublikasikan oleh TheVerge (08/12/16).

Walaupun pihak Samsung belum memvalidasi kabar ini, langkah yang diambil taipan dari Asia Timur itu sangat mungkin terjadi. Sebab, tentu mereka dan para operator telco di AS tak ingin mengambil risiko lebih jauh dengan membiarkan Galaxy Note 7 yang tersisa menimbulkan kerugian moral dan materi tambahan.

Jika benar bakal terjadi, ini seakan menjadi anti-tesis pernyataan Samsung yang membantah pihaknya akan menonaktifkan Galaxy Note 7 yang belum dikembalikan konsumen dari jarak jauh September lalu.

Sedikit menyegarkan pikiran Anda, cacat pabrik pada sejumlah unit Galaxy Note 7 yang menyebabkan ledakan hingga kebakaran memaksa Samsung untuk menarik ponsel ber-iris scanner tersebut pada September 2016. Tak selang lama, mereka pun menyiapkan penggantinya, tetapi Galaxy Note 7 edisi kedua tersebut masih mengandung kelemahan serupa. Alhasil, sebulan kemudian Samsung melakukan penarikan keduanya dan ‘membunuh’ suksesor Galaxy Note 5 itu.

 

Baca juga:

Galaxy Note 7 Gagal Total, Samsung Pensiunkan 20 Persen Pegawainya?

Analis: Hapus mimpi buruk Galaxy Note 7, Samsung harus lakukan ini

Apakah penarikan Galaxy Note 7 berdampak buruk pada penjualan Samsung?

- Advertisement -

Latest News

Related Stories