Gandeng Pemerintah Tiongkok, Indonesia Ingin Berantas Penjahat Siber

Gandeng Pemerintah Tiongkok, Indonesia Ingin Berantas Penjahat Siber
Menkopolhukam, Wiranto (tengah) bersama Menkominfo, Rudiantara (dua dari kiri) dalam pertemuan Rencana Aksi Kemitraan Strategic Komprehensif Indonesia-Republik Rakyat Tiongok (RRT) 2017-2021 (source: Kemkominfo)

Technologue.id, Jakarta – Hubungan Pemerintah Indonesia dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk mengurusi hal-hal dari ranah digital makin ketat. Setelah mendapuk co-founder Alibaba Group, Jack Ma, sebagai penasihat Steering Committee e-commerce Indonesia, kini diresmikan juga kerja sama politik dan keamanan yang tertuang dalam Rencana Aksi Kemitraan Strategic Komprehensif Indonesia-Republik Rakyat Tiongok (RRT) 2017-2021.

Pertemuan yang merupakan kelanjutan dari pertemuan kelima keduanya pada tanggal 9 Mei 2016 lalu di Jakarta ini mendelegasikan Menteri Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto. Sedangkan delegasi dari pihak RRT dipimpin oleh State Councilor, Yang Jiechi.

Baca juga:

Ini Masalah Dasar Industri E-Commerce Indonesia Menurut Co-Founder Alibaba

Dalam pertemuan yang berlangsung awal pekan ini di Tiongkok, kedua negara menunjukkan komitmen untuk merapatkan barisan untuk menanggulangi beragam polemik, mulai dari penegakan hukum, penanggulangan terorisme, hingga cyber security.

Mengutip rilis pers Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) (24/08/17), khusus untuk pengamanan siber, pemerintah Indonesia ingin kerja sama dengan Tiongkok ini bisa memperkuat integrasi penanganan cyber security.

Baca juga:

YouTube Go Masuk Indonesia, Anda yang Tiap Hari YouTube-an Wajib Tahu!

Belum lama ini, Indonesia baru saja membentuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) sebagai pusat koordinasi aktifitas dunia maya di Tanah Air. RRT diharapkan mau berbagi pengalaman dan memberikan dukungan bagi penanganan kejahatan cyber (social media) serta keamanan dan perlindungan siber.

Baca juga:

Samsung Segera Luncurkan Ponsel Kelas Menengah dengan Dual-Camera?

Kemkominfo juga telah menginisiasi tentara keamanan siber untuk memerangi cyber crime sekaligus menjaga kedaulatan informasi di industri digital. Program Born to Control tersebut menyediakan 10 ribu kuota tentara dunia maya terbaik di Tanah Air.