Jakarta - Technologue.id. Geely Auto Group meraih pencapaian bersejarah pada kuartal pertama tahun 2026. Grup otomotif asal Tiongkok ini mencatat total penjualan global sebanyak 709.358 unit. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam sejarah perusahaan untuk periode tersebut.

Pencapaian ini didorong oleh transformasi elektrifikasi yang agresif. Ekspansi pasar global juga memberikan kontribusi signifikan. Sinergi kuat antar merek di bawah naungan Geely turut menjadi faktor kunci.

Pada bulan Maret 2026 saja, penjualan kendaraan penumpang mencapai 233.031 unit. Jumlah ini naik 13 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kontribusi terbesar datang dari segmen kendaraan energi baru atau NEV.

Penjualan NEV yang mencakup merek Geely, Zeekr, dan Lynk & Co mencapai 127.319 unit pada Maret. Secara kumulatif, penjualan NEV sepanjang kuartal I 2026 mencapai 369.059 unit. Angka itu setara dengan 55 persen dari total penjualan global.

Persentase tersebut meningkat 9 persen dibandingkan periode sama tahun lalu. Hal ini menunjukkan transformasi elektrifikasi Geely semakin kuat. Pasar global mulai merespons positif lini kendaraan ramah lingkungan mereka.

Kinerja global Geely juga ditopang oleh lonjakan ekspor yang signifikan. Pada Maret 2026, ekspor mencapai 81.639 unit. Angka itu naik 120 persen dibandingkan tahun lalu dan naik 34 persen dari bulan sebelumnya.

Secara total, penjualan di luar Tiongkok selama kuartal pertama mencapai 203.024 unit. Pertumbuhannya mencapai 126 persen secara tahunan. Dari total ekspor tersebut, kendaraan listrik menyumbang 64 persen.

Dominasi NEV dalam ekspansi global Geely semakin jelas terlihat. Line up kendaraan listrik Geely mencatat penjualan 82.744 unit pada Maret. Total kuartal pertama mencapai 238.859 unit.

Menariknya, lini ini berhasil menembus 2 juta unit penjualan kumulatif. Pencapaian itu diraih hanya dalam 37 bulan. Hal ini menjadikannya salah satu merek NEV tercepat yang mencapai angka tersebut.

Beberapa model yang berkontribusi besar antara lain Geely EX2 sebesar 40.613 unit. Geely EX5 menyumbang sebanyak 8.313 unit. Sementara Geely Starray EM-i mencapai 19.938 unit.

Merek premium Geely juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Zeekr mencatatkan pengiriman 29.318 unit pada Maret. Jumlah itu naik 90 persen secara tahunan dengan total kuartal pertama 77.037 unit.

Model Zeekr 7X bahkan menjadi SUV mewah terlaris di Hong Kong. Kendaraan itu juga memimpin penjualan di Australia pada awal tahun. Sementara itu, Lynk & Co mencatat penjualan 25.426 unit di bulan Maret.

Total kuartal pertama Lynk & Co mencapai 81.662 unit. Angka itu naik 12 persen dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan ini menunjukkan daya tarik merek premium Geely di pasar global.

Geely juga terus memperluas kehadirannya di Asia Tenggara. Ekspansi fokus dilakukan di Indonesia dan Thailand. Model Geely EX2 telah mencatat pengiriman perdana lebih dari 5.000 unit di kedua negara.

Respons positif dari pasar regional semakin menguatkan posisi Geely. Di Indonesia, Geely menunjukkan komitmen kuat melalui TKDN. Tingkat komponen dalam negeri mencapai 46,5 persen.

Integrasi dengan rantai pasok nasional juga terus ditingkatkan. Selain itu, jaringan diler terus diperluas di Indonesia. Saat ini sudah ada 45 diler dengan target 80 diler hingga akhir 2026.

Di Thailand, jaringan diler mencapai 40 outlet. Targetnya akan diperluas menjadi 65 diler. Langkah ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas serta layanan pelanggan.

Ekspansi di Asia Tenggara menjadi bagian dari strategi global Geely. Pencapaian ini sejalan dengan tren penjualan mobil China yang menguasai pasar. Performa Geely turut mendorong pertumbuhan produsen otomotif asal Tiongkok di kawasan.

Kesuksesan Geely memberikan tekanan pada pesaing seperti Jaecoo yang mengalami penurunan. Sinergi dalam grup juga terlihat dari dukungan terhadap Volvo dan merek lainnya. Kuartal pertama 2026 menjadi momentum kuat bagi Geely Auto Group.