Go-Jek Kantongi Rp16 Triliun, Siapa Penyuntiknya?

Ilustrasi Go-Jek (source: Go-Jek)

Technologue.id, Jakarta – Startup buatan Nadiem Makarim, Go-Jek, terus membesar. Bahkan, amat mungkin melampaui kompetitornya yang berasal dari luar negeri seperti Grab dan Uber. Pasalnya, startup yang identik dengan warna hijau itu baru saja mendapatkan pendanaan sebesar Rp16 triliun dari perusahaan internet raksasa Tiongkok, Tencent.

Dari informasi yang diraih TechCrunch (03/05/17) berdasarkan narasumber terpercaya mereka, kesepakatan di antara keduanya telah terjadi minggu lalu dan bakal diumumkan secara resmi tak lama lagi. Dengan sokongan dana ini, Go-Jek diyakini kini bernilai Rp40 triliunan.

Sebagai tambahan, Go-Jek Agustus tahun lalu juga meraih pendanaan senilai Rp7,3 triliunan. Dana tersebut berasal dari sekelompok investor, baik yang baru berinvestasi ke Go-Jek seperti KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital dan Capital Group Private Markets, maupun investor lamanya semacam Northstar Group, NSI Ventures, dan Rakuten Ventures. Saat itu, valuasi Go-Jek ditaksir sudah lebih dari Rp17 triliun.

Masuknya Tencent juga bisa sekaligus menjadi tangkisan terhadap investor potensial lain, yakni Alibaba. Dari sumber yang kami kutip, Alibaba dan Tencent adalah rival yang jarang mendukung satu perusahaan atau startup yang sama. Mereka memang menjadi backer Didi Chuxing, layanan mirip Uber dari China, tetapi mereka berinvestasi di cabang bisnis Didi yang berbeda.

Sejauh ini, Go-Jek telah beroperasi di 25 kota di Indonesia dengan armada lebih dari 200 ribu. Kendati hanya fokus ke pasar Indonesia, mereka mendapatkan support dari segi teknologi dari India pasca membuka kantor cabang di sana.

 

Baca juga:

Tim Pengembangan Alat Pelacak Resmi Menangkan Kompetisi Go-Jek, Go-Hackathon

Dukung Grab, Uber, dan Go-Jek, Netizen ‘Demo’

Asyik, Masyarakat di 7 Kota Ini Sudah Bisa Belanja Lewat Go-Jek!

loading...