Technologue.id, Jakarta – Berawal dari area Jabodetabek, kini Go-Jek sudah merambah 50 kota. Ya, pekan ini, startup yang didirikan Nadiem Makarim pada 2010 silam itu baru saja menjajaki 25 kota baru.

Mengutip pernyataan resmi Go-Jek, ke-25 kota tersebut adalah Kediri, Probolinggo, Pekalongan, Karawang, Madiun, Purwokerto, Cirebon, Serang, Jember, Magelang, Tasikmalaya, Belitung, Banyuwangi, Salatiga, Garut, Bukittinggi, Pasuruan, Tegal, Sumedang, Banda Aceh, Mojokerto, Cilacap, Purwakarta, Pematang Siantar, dan Madura.

Baca juga:

Anda Pengguna Go-Jek, Uber, dan Grab? Hati-hati! Trojan Ini Incar Anda!

Tambahan jangkauan layanan Go-Jek yang tak cuma ada di Jawa, tetapi juga Sumatera itu membuat jutaan penduduk Indonesia di 21 provinsi bisa menikmati beragam layanan yang mereka sediakan, dari transportasi online, logistik, hingga pesan-antar barang.

Baca juga:

Tak Ada Promo dari Go-Jek di HUT ke-72 Republik Indonesia, Ini Gantinya

Tentunya, penambahan lingkup layanan Go-Jek ini punya setumpuk manfaat, mulai dari memudahkan konsumen hingga memberi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. Namun, kiranya pihak manajemen perlu melakukan sesuatu agar penolakan beberapa pihak terhadap layanan Go-Jek di banyak kota tidak terjadi di 25 kota baru tersebut.

Baca juga:

Driver Grab Kini Bisa Cairkan Ongkos dari GrabPay Secara Cepat

Go-Jek sendiri di hari peringatan kemerdekaan Republik Indonesia setidaknya telah melakukan dua hal baik untuk sesama. Pertama, mereka menggandeng para mitra untuk melakukan donor darah. Di samping itu, startup unicorn Indonesia ini juga memberikan donasi pada 1.400 Korps Cacad Veteran Republik Indonesia (KCVRI) yang berjuang mempertahankan kemerdekaan RI.