Gojek dan Tokopedia Gabung, ini Timeline-nya

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Perusahaan transportasi online Gojek dengan e-commerce Tokopedia resmi gabungkan dua perusahaan besar tersebut atau merger jadi Grup GoTo.

Lewat merger ini, grup GoTo punya total Gross Transaction Value (GTV) gabungan lebih dari US$ 22 miliar (Rp 310,2 triliun). Selain itu, merger juga gabungkan transaksi jadi sebesar 1,8 miliar transaksi pada tahun 2020.

Merger juga tingkatkan jumlah mitra usaha mencapai lebih dari 11 juta mitra usaha (merchant) per Desember 2020, lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan (Monthly Active User/MAU), dan berkontribusi sebesar 2% pada PDB Indonesia.

Baca Juga:
Fakta-fakta Merger Gojek-Tokopedia

Presiden GoTo Patrick Cao menyebut, dengan merger dua perusahaan, model bisnis Grup GoTo jadi semakin beragam, stabil dan berkelanjutan. Ditargetkan kedepannya akan menyumbang lebih dari 2 persen terhadap PDB Indonesia.

Dibalik merger dua perusahaan tersebut, berikut ini adalah timeline dari perusahaan raksasa Gojek dan Tokopedia yang dikutip Technologue.id dari berbagai sumber.

Tunjuk Chelsea Islan, Isyana Sarasvati, BTS, sampai Blackpink jadi Brand Ambassador, ini Timeline Tokopedia

17 Agustus 2009 – Tokopedia resmi diluncurkan ke publik di bawah naungan PT Tokopedia yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada 6 Februari 2009. Sejak resmi diluncurkan, PT Tokopedia berhasil menjadi salah satu perusahaan internet Indonesia dengan pertumbuhan yang sangat pesat.

2012 – Tokopedia bikin event tokopedia awards, awards ini untuk apresiasi para penjual ataupun pembeli. Seller Awards itu sendiri dibagi jadi Top Seller, Most Favorite, Best Service, Top Commitment, Rising Star, Top Seller by Category. Sedangkan Buyer Awards terdiri dari Shopaolic, Pemborong, dan Explorer.

2014 – Jadi Perusahaan Asia Tenggara pertama yang mendapat pendanaan sebesar US$ 100 juta dari Sequoia dan Softbank.

12 November 2014 – Tokopedia secara resmi umumkan Chelsea Islan jadi brand ambassador yang merepresentasikan Tokopedia.

21 Oktober 2015 – Isyana Sarasvati jadi brand ambassador yang mewakili Tokopedia.

Tahun 2016 – Tokopedia hadirkan produk teknologi finansial. Produk fintech Tokopedia terdiri dari dompet digital, investasi terjangkau, kredit modal bisnis, kartu kredit virtual, produk proteksi, skoring kredit berdasarkan data untuk produk pinjaman, investasi, serta layanan keuangan lainnya.

Agustus 2017 – Tokopedia menerima investasi sebesar US$ 1,1 miliar dari Alibaba yang merupakan raksasa e-commerce asal Tiongkok. CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan kucuran dana dari Alibaba ini merupakan investasi murni dan bukan mengakuisisi Tokopedia. Bagi Alibaba keputusannya ini merupakan strategi agar semakin memperluas jaringannya di Indonesia dan Asia Tenggara setelah sebelumnya membeli saham Lazada.

Tahun 2017 – Tokopedia luncurkan produk Deals untuk membantu masyarakat Indonesia mendapatkan penawaran terbaik dari delapan kategori, termasuk Travel dan Activity. Produk ini dimaksudkan untuk membantu bisnis offline melebarkan sayap mereka secara online melalui Tokopedia.

Desember 2018 – Tokopedia kembali umumkan telah berhasil mendapat pendanaan senilai US$1,1 miliar (sekitar Rp16 triliun) dari sejumlah investor. Seri pendanaan tersebut dipimpin SoftBank Vision Fund dan Alibaba Group. Valuasi Tokopedia setelah mendapatkan seri pendanaan ini diperkirakan mencapai US$7 miliar (sekitar Rp102 triliun).

Tahun 2019 – Tokopedia luncurkan jaringan Gudang Pintar bernama TokoCabang di tiga kota yakni Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Layanan gudang ini bertujuan untuk membantu para penjual di marketplace tersebut dalam memenuhi pesanannya. Pada tahun yang sama, Tokopedia juga menghadirkan Tokopedia Salam, sebuah platform yang mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan berbagai pilihan produk dan layanan yang baik. Tokopedia Salam juga memiliki fitur halal filter yang membantu pengguna untuk menemukan produk halal secara mudah.

Mei 2019 – Tokopedia meraup penjualan sebesar Rp18,5 triliun di program “Ramadan Ekstra”.

7 Oktober 2019 – Tokopedia umumkan grup musik asal Korea Selatan, BTS menjadi brand ambassador baru untuk Tokopedia. BTS adalah grup mega bintang global asal Korea Selatan yang dinaungi oleh Big Hit Entertainment.

Mei 2020 – Data dari 91 juta akun pengguna Tokopedia diretas oleh pihak tak bertanggung jawab. Data para pengguna Tokopedia tersebut dijual dengan harga US$ 5.000 (Rp71 juta). Komunitas Konsumen Indonesia pun ajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menuntut Tokopedia untuk membayar denda administratif sebesar 100 juta rupiah.

Januari 2021 – Tokopedia kembali tunjuk BTS jadi brand ambassador Tokopedia. Kolaborasi Tokopedia dengan BTS yang dimulai sejak 2019 disambut antusiasme luar biasa dari masyarakat. Pada tahun yang sama, Tokopedia juga umumkan mega bintang global asal Korea Selatan, BLACKPINK, jadi brand ambassador Tokopedia lainnya.

17 Mei 2021 – Tokopedia dan Gojek umumkan resmi merger dan bentuk Grup GoTo. Nama GoTo berasal dari singkatan Gojek dan Tokopedia, yang juga diambil dari kata gotong-royong.

Baca Juga:
Merger Gojek-Tokopedia, Pengamat: Ini Game Changer di Industri Digital

Berawal dari 20 Orang Driver, ini Timeline Gojek

13 Oktober 2010 – Gojek resmi didirikan di Jakarta oleh Nadiem Makarim dengan 20 orang pengemudi. Pada saat itu, Gojek masih mengandalkan call center untuk hubungkan penumpang dengan pengemudi ojek.

2014 – Berkat popularitas Uber kala itu, Nadiem Makarim mulai dapatkan tawaran investasi.

7 Januari 2015 – Gojek akhirnya luncurkan aplikasi berbasis Android dan iOS untuk gantikan sistem pemesanan pakai call center.

April 2015 – Gojek menyewa C42 Engineering, sebuah perusahaan rekayasa perangkat lunak, selama dua bulan di Jakarta untuk bersihkan bug di aplikasi.

Mei 2015 – Menjamurnya penggunaan layanan Gojek di Jabodetabek membuat perusahaan layanan transportasi pemesanan taksi asal Singapura, Grab (aplikasi), juga ikut luncurkan layanan pemesanan ojek bernama GrabBike.

9 Juni 2015 – Seseorang dalam akun Path menuliskan insiden bahwa pengemudi Gojek yang dipesannya diusir oleh tukang ojek pangkalan di Kuningan, Jakarta Selatan yang tidak terima rezekinya dirampas.

Juni 2015 – Gojek pertama kali dapatkan kucuran dana dari NSI Ventures dengan besaran dana yang tidak dipublikasikan.

Oktober 2015 – Gojek kembali dapatkan kucuran dana. Kali ini dari Sequoia Capital dan DST Global yang juga tidak disebutkan jumlahnya.

9 November 2015 – Kementerian Perhubungan pada saat itu, Ignasius Jonan, sempat melarang beroperasinya ojek online, meski larangan itu hanya berlaku selama kurang lebih 12 jam.

Februari 2016 – Gojek akuisisi C42 Engineering beserta CodeIgnition, perusahaan developer aplikasi di New Delhi yang sebelumnya juga pernah bekerja untuk Gojek.

Mei 2016 – Gojek umumkan kerja sama dengan perusahaan taksi Blue Bird.

Juni 2016 – Aplikasi Gojek sudah diunduh sebanyak hampir 10 juta kali di Google Play pada sistem operasi Android, dan telah tersedia di App Store.

Agustus 2016 – Gojek secara resmi umumkan pendanaan senilai US$ 550 juta (Rp7,2 triliun) dari KKR, Warburg Pincus, Farallon Capital, dan Capital Group Private Markets dan investor-investor sebelumnya. Dengan adanya pendanaan tersebut, Gojek resmi berstatus sebagai unicorn pertama di Indonesia, yaitu startup dengan valuasi lebih dari US$ 1 miliar. Pada saat itu, valuasi Gojek telah mencapai US$ 1,3 miliar (Rp17 triliun).

September 2016 – Gojek akusisi Pianta, sebuah startup lokal di India yang menyediakan layanan kesehatan seperti terapi fisik, perawat, hingga pengumpulan sampel untuk pemeriksaan di laboratorium.

Akhir tahun 2016 – Gojek akuisisi Ponselpay, sebuah perusahaan keuangan milik MVComerce yang telah berlisensi uang elektronik (e-money) dari Bank Indonesia. Menutup tahu 2016, Gojek akuisisi startup keempatnya di India yaitu LeftShift, perusahaan yang bergerak di bidang aplikasi Android, iOS, dan situs internet.

Januari 2017 – Gojek bikin aplikasi untuk pengemudi Blue Bird dan saat itu pengemudi Blue Bird bisa terima pemesanan dari layanan Gocar milik Gojek.

8 Agustus 2017 – Gojek akuisisi LOKET, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang event management & ticketing.

15 Desember 2017 – Gojek umumkan akuisisi tiga perusahaan financial technology yaitu Kartuku, Midtrans, dan Mapan untuk dukung ekspansi GoPay di luar ekosistem Gojek.

Januari 2018 – Google lewat situs blog resminya umumkan bahwa mereka telah berikan pendanaan untuk Gojek. Hal ini jadi investasi pertama Google kepada startup di Asia.

12 Februari 2018 – Astra Internasional yang merupakan salah satu perusahaan otomotif nasional mengumumkan investasinya kepada Gojek senilai US$ 150 juta (Rp2 triliun). Suntikan dana tersebut merupakan investasi terbesar sepanjang sejarah Astra di sektor digital. Pada saat yang sama, Djarum Grup lewat PT Global Digital Niaga (GDN), yang merupakan anak usaha perusahaan modal ventura Global Digital Prima (GDP) milik Djarum, juga umumkan investasinya kepada Gojek. Dalam pengumuman itu. GDN tidak bersedia ungkapkan berapa dana yang diinvestasikan ke Gojek.

24 Mei 2018 – Gojek umumkan kepastiannya untuk ekspansi ke empat negara di Asia Tenggara yaitu Vietnam, Thailand, Singapura, dan Filipina.

25 Juni 2018 – Gojek perkenalkan GO-Viet di Vietnam dan GET di Thailand sebagai bagian dari ekspansinya.

September 2018 – Gojek akuisisi Promogo, sebuah layanan pemasangan iklan di kendaraan.

12 September 2018 – GoViet secara resmi dirilis di Vietnam setelah sebelumnya mulai beroperasi di Kota Ho Chi Minh sejak 1 Agustus 2018.

29 November 2018 – Gojek memulai debutnya di Singapura dalam versi beta di wilayah terbatas yang mencakup Central Business District, Jurong East, Pungol, Ang Mo Kio, dan Sentosa.

10 Januari 2019 – Gojek resmi beroperasi secara menyeluruh di wilayah Singapura. Di sana, Gojek tidak menjalankan layanan GoRide lantaran Pemerintah Singapura tidak izinkan penggunaan sepeda motor sebagai transportasi umum.

Januari 2019 – Gojek akuisisi mayoritas saham Coins.ph, startup fintech asal Filipina senilai US$72 juta atau setara dengan Rp1 triliun. Coins.ph adalah fintech berbasis blockchain yang punya layanan dompet digital.

Juli 2019 – Gojek dikabarkan telah menyuntikkan dana sebesar US$ 5 juta (Rp70 miliar) pada startup bernama Rebel Foods di India. Masih di Bulan Juli 2019, Gojek umumkan kerja sama dengan Astra untuk lakukan uji coba motor listrik sebagai kendaraan pengemudi Gojek.

22 Juli 2019 – Gojek luncurkan logo dan cara penulisan korporasi baru. Ikon barunya, yang dijuluki “Solv”, melambangkan transformasi Gojek dari menjadi layanan ojek daring menjadi aplikasi super yang menyediakan berbagai cara cerdas untuk menghilangkan kerepotan. Sedangkan brand Gojek yang semula ditulis GO-JEK diganti dengan Gojek saja tanpa ada tanda penghubung.

September 2019 – Gojek salurkan dana sebesar US$ 3 juta (Rp42 miliar) ke perusahaan fintech Pluang yang sebelumnya bernama EmasDigi.

Maret 2020 – Pendanaan untuk Yayasan Anak Bangsa Bisa (YABB), organisasi non-profit yang didirikan oleh Gojek untuk bantu para mitra mereka yang terdampak oleh pandemi  COVID-19. Dana ini berasal dari sebagian gaji tahunan tim manajemen senior Gojek dan anggaran kenaikan gaji seluruh karyawan Gojek.

Juni 2020 – Facebook dan Paypal ikut serta berikan pendanaan untuk Gojek.

17 Mei 2021 – Tokopedia dan Gojek umumkan resmi merger dan bikin Grup GoTo. Nama GoTo berasal dari singkatan Gojek dan Tokopedia, yang juga diambil dari kata gotong-royong.

- Advertisement -

Latest News

Facebook Temukan Cara Identifikasi Konten Deepfake

Technologue.id, Jakarta - Facebook sukses menemukan cara untuk mengidentifikasi deepfake. Ini dilakukan dengan menggunkan software artificial intelligence (AI). Dilansir...

Peneliti Temukan Malware Baik Hati

Technologue.id, Jakarta - Laporan terbaru dari BleepingComputer dan SophosLab menyebut ada malware unik ditemukan. Berbeda dari malware kebanyakan, malware...

Vivo V21 Siap Rilis di Indonesia, Unggulkan Kamera Selfie 44MP

Technologue.id, Jakarta - Vivo V21 segera melantai di Indonesia. Peluncuran produk terbaru V-Series tersebut akan berlangsung pada tanggal 22 Juni 2021 mendatang.

Viral Gajah Dipaksa Kerja Tarik Kayu, Netizen: Dzalim!

Technologue.id, Jakarta - Video gajah yang bekerja keras menarik potongan kayu viral di media sosial. Video tersebut diunggah dibanyak akun, salah satunya...

Nokia Ramai Dibahas Netizen Twitter

Technologue.id, Jakarta - Nokia mendadak ramai dibicarakan oleh para netizen Twitter . Hal ini lantaran tersebarnya meme berbunyi "Apa merk hp lo...

Related Stories