Technologue.id, Jakarta – Seperti yang diketahui bersama, Google kembali memperkenalkan produk “Kacamata Pintar” setelah 2 tahun proyek tersebut dihentikan. Terdapat langkah yang berbeda dilakukan perusahaan tersebut, yakni Google Glass kini hanya ditujukan kepada segmen bisnis.

Dilansir dari BBC (19/7/2017), perusahaan pencipta Android tersebut mengatakan, Google Glass yang saat ini bernama lengkap Glass Enterprise Edition telah dibekali dengan kemampuan baterai yang lebih tahan lama. Selain itu, penggunanya pun diklaim akan tetap nyaman walau menggunakannya dalam waktu yang cukup panjang.

Glass Enterprise Edition masih memiliki penampilan yang serupa dengan model sebelumnya, seperti layar tembus pandang dan kamera kecil built-in. Pun demikian, perangkat ini dipercaya akan menjadi pesaing berat untuk HoloLens besutan Microsoft.

Beberapa waktu silam, proyek “kacamata” ini diyakini tidak kan berlanjut. Hal itu disebabkan oleh pengunduran diri salah satu eksekutif di dalam proyek tersebut, yakni Tony Fadell pada tahun lalu.

Namun, secara diam-diam divisi X dari perusahaan Alphabet rupanya terus berupaya dalam mengembangkan proyek tersebut. Hasil upaya itu pun dengan bangga ditampilkannya pada sebuah situs.

Menurut pemimpin proyek, Jay Kothari, perangkat ini akan membantu mereka yang bekerja di berbagai bidang, seperti manufaktur, logistik, layanan lapangan, dan perawatan kesehatan sebagai alat konsultasi yang tidak melibatkan tangan untuk penggunaannya.

Baca juga:

Sensasi Kamera Ala Google Glass Bisa Ditemui di HP Ini

Fitur Timeline Google Map kini Hadir di iOS

Begini Cara Google Perangi Berita Hoax