Technologue.id, Jakarta – Snapchat dalam beberapa tahun terakhir menjadi fenomena tersendiri. Media sosial yang cukup disukai generasi millennial itu bahkan sampai bisa masuk ke pasar bursa pasca bernama resmi Snap Inc. Maret 2017 lalu.

Namun, mungkin tak banyak di antara Anda yang tahu bahwa sebenarnya Google sempat ingin mengakuisisi Snapchat.

Baca juga:

Saatnya Snapchat Iri ke Instagram

Kejadian ini memang bukan terjadi baru-baru ini, atau tepatnya sebelum mereka go public sekitar awal tahun 2016. Mengutip BusinessInsder (03/08/17), saat itu, raksasa internet tersebut menawarkan uang senilai 30 juta USD pada Evan Spiegel, CEO Snapchat.

Akan tetapi, uang yang kalau dirupiahkan setara dengan Rp400 triliun itu dimentahkan Spiegel dan co-founder Snapchat lain, Bobby Murphy. Walaupun Google masih merayu mereka pasca Snap Inc. masuk IPO, tetapi tawaran tersebut kembali ditolak.

Baca juga:

Resmi dan Agak Rahasia, Kreator Snapchat Nikahi Supermodel Australia

Pasca kabar ini menyebar, Snap Inc. telah melontarkan bantahannya dan mengatakan upaya akuisisi Google hanyalah rumor semata. Di sisi lain, Google menolak untuk berkomentar dan membiarkan kebenaran informasi ini terombang-ambing.

Kendati demikian, hubungan Google dan Snapchat pada dasarnya cukup erat. Akhir tahun lalu, terendus bahwa Google Capital, anak perusahaan Alphabet Inc., berinvestasi ke Snapchat.

Baca juga:

Snapchat Akuisisi Perusahaan Drone, Apa yang Akan Mereka Buat?

Sebelum Google, perusahaan lain yang diketahui juga tertarik untuk mengakuisisi Snapchat adalah Facebook. Mark Zuckerberg beserta jajarannya bahkan sudah melancarkan strateginya sedari empat tahun lalu, tetapi deal itu tidak diresmikan. Kini, Facebook seperti punya dendam pribadi dan “mencuri” fitur Stories di Snapchat untuk diberikan pada Instagram, WhatsApp, termasuk platform Facebook dan Messenger sendiri.