Technologue.id, Jakarta – Google terus memperluas kemampuan asisten kecerdasan buatan (AI) Spark dengan menghadirkan integrasi langsung ke peramban Chrome. Melalui fitur terbaru ini, Spark dapat memanfaatkan akun Google yang telah masuk (login) serta kata sandi yang tersimpan di Chrome untuk membantu pengguna menyelesaikan berbagai aktivitas di web secara lebih otomatis.

Dengan integrasi tersebut, Spark dirancang untuk menangani tugas-tugas yang dianggap berulang atau memakan waktu. Salah satu contoh yang diberikan Google adalah membantu mencari pilihan penerbangan dan memulai proses pemesanan tiket. Selain itu, Spark juga dapat digunakan untuk membantu menjadwalkan kunjungan ke apartemen melalui situs web terkait.

Meski demikian, Google belum menjelaskan secara rinci sejauh mana kemampuan Spark dalam mengotomatisasi aktivitas di browser. Contoh penggunaan yang dipublikasikan masih terbatas pada dua skenario tersebut, sehingga fungsi lain yang akan tersedia bagi pengguna masih belum diungkapkan secara lengkap.

Karena Spark memiliki akses ke akun yang sudah login di Chrome, Google menekankan bahwa fitur ini dibangun dengan sejumlah lapisan keamanan untuk melindungi data pengguna.

Salah satu ancaman yang menjadi perhatian adalah prompt injection, yaitu teknik yang menyisipkan instruksi tersembunyi pada situs web berbahaya atau konten buatan pengguna. Instruksi tersebut dapat mencoba memaksa asisten AI melakukan tindakan yang tidak diinginkan, seperti memulai transaksi keuangan atau mengambil data sensitif.

Google menyatakan telah menerapkan sistem pertahanan berlapis yang menggabungkan mekanisme deterministik dan probabilistik untuk mengurangi risiko serangan semacam itu. Namun, perusahaan belum mengungkapkan rincian teknis mengenai cara kerja sistem perlindungan tersebut.

Selain itu, Google memastikan Spark tidak akan menyelesaikan pembayaran secara otomatis. Jika pengguna melakukan pembelian melalui bantuan Spark, proses pembayaran tetap akan dikembalikan kepada pengguna untuk ditinjau dan diselesaikan secara manual. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna sebelum transaksi benar-benar dilakukan.

Fitur integrasi Spark dengan Chrome saat ini mulai diluncurkan bagi pengguna di Amerika Serikat. Google menyatakan ketersediaannya akan diperluas ke wilayah lain secara bertahap dalam beberapa waktu mendatang.