Technologue.id, Jakarta – Berbagai konten ekstrem yang beredar di YouTube tak cuma mengganggu pengguna tetapi juga menurunkan minat para pemasang iklan di platform tersebut. Oleh karena itu, Google berencana untuk memberantas konten-konten ekstrem tersebut.

Mengutip dari NextPowerUp (19/06/17), pada sebuah konferensi, Google menyampaikan bahwa pihaknya akan memanfaatkan dan mengembangkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) guna mendeteksi dan membuang konten yang berbau kekerasan di YouTube.

Secara garis besar, Google memiliki empat strategi untuk memuluskan rencananya itu. Di antaranya adalah penggunaan teknologi machine learning, merekrut orang-orang yang ahli dibidangnya, lebih fokus terhadap video yang kontroversial, dan meningkatkan usaha untuk menangkal konten radikalisme.

Bagi Google, walaupun sebenarnya teknologi machine learning sudah sangat membantu, keterlibatan manusia masih sangat diperlukan untuk melihat lebih detail dan melaporkan konten ekstrem yang ada.

“Machine learning bisa membantu mengindentifikasi video yang bermasalah, namun tenaga ahli berupa manusia masih berperan penting dalam membuat keputusan untuk menentukan apakah konten tersebut berisi propaganda, agama, atau memang berita yang layak dikonsumsi,” kata Kent Walker, penasehat umum Google.

 

Baca juga:

YouTube Klaim Berhasil Tekan Pembajakan Lagu, Kok Bisa?

Gara-Gara Upload Video di YouTube, Suami Istri ini Kehilangan Anaknya

Anak Muda Semakin Tinggalkan TV, Pilih YouTube