Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Google Perbarui Google Pay, Banyak Fitur Baru
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Google membuat perubahan besar pada aplikasi Pay-nya untuk mempermudah pengiriman uang ke orang lain dan membantu pengguna lebih memahami keuangan mereka.

Dari sisi antarmuka, platform dompet digital ini akan fokus pada aktivitas pengguna ketimbang transaksi. Google meredesain bagian Homepage Pay dengan menampilkan aktivitas pengguna berdasarkan teman dan bisnis yang pernah berinteraksi dengan mereka.

Baca Juga:
Dukungan Finansial Google untuk UMKM dan Pengangguran di Indonesia

Pengguna hanya perlu mengetuk nama penerima untuk mengirim pembayaran kepada mereka alih-alih harus mencari nama mereka. Bukti pengiriman uang hanya akan terlihat oleh si pengirim dan penerima saja. Untuk mempermudah pemisahan tagihan, Pay juga menawarkan fitur pembayaran grup.

Anda juga dapat menggunakan fitur Pay untuk melakukan pembelian di restoran, pompa bensin, dan layanan parkir dalam aplikasi di kota-kota tertentu mulai hari ini.

Sejak diluncurkan pada tahun 2015, Google Pay sekarang memiliki lebih dari 150 juta pengguna bulanan di 30 negara. Setelah lima tahun ini, perusahaan pun melakukan peningkatan layanan demi mempermudah pengguna mengatur keuangan terlebih di masa pandemi saat ini.

"Masih banyak yang bisa kami lakukan. Mengelola keuangan kita terlalu sulit bagi kebanyakan orang Amerika saat ini," kata Caesar Sengupta, Manajer Umum Google Pay.

Baca Juga:
Ini Serangkaian Program Google Dukung Sektor Pendidikan Nasional

Bagian Insights dari aplikasi dapat menampilkan semua pengeluaran pengguna dan menarik informasi dari rekening bank yang terhubung, seperti kartu kredit dan debit. Fitur ini akan mengingatkan Anda ketika tagihan jatuh tempo dan menunjukkan pengeluaran mingguan.

Aplikasi yang diperbarui telah tersedia untuk diunduh di Android dan iOS.

SHARE:

Garena Undawn Hadirkan Patch Baru, Ajak Pemain Taklukan Kegelapan di Stygian City

Gara-gara Ini, Kominfo Ancam Denda Platform Digital Sebesar Rp500 Juta