Technologue.id, Jakarta – Laman sistem pencarian Google hari ini, Senin (16/10/2017) menampilkan sosok pria dengan bulu pena di tangannya. Pria yang hari lahirnya dirayakan melalui Google Doodle tersebut merupakan seorang aktivis anti-perbudakan di Inggris Raya pada abad ke-18.

Pria tersebut bernama Olaudah Equiano yang semasa hidupnya dikenal juga sebagai Gustavus Vassa. Ia yang lahir di Nigeria pada tanggal 16 Oktober 1745 adalah seorang budak yang telah dibebaskan dan mendukung gerakan penghapusan perdagangan budak yang berlangsung di Inggris Raya.

Baca juga : Jangan Kaget, WhatsApp Business Sudah Hadir di Indonesia!

Dalam wikipedia, otobiografi Olaudah Equiano yang diterbitkan tahun 1789 turut memberi dukungan terhadap Undang-undang Perdagangan Budak 1807 yang berhasil mengakhiri praktik perdagangan budak di Britania beserta seluruh koloninya. Otobiografi Olaudah dianggap karya tulis narasi pertama terkait perbudakan.

Setelah menetap di London, Olaudah berjumpa dengan Susannah Cullen. Perempuan asal Inggris itu dinikahinya pada tahun 1972 dan memberinya dua orang anak sebelum akhirnya Olaudah meninggal pada 3 Maret 1797 di London, Inggris.

Baca juga : Sering Salah Kirim Pas Chatting? Ini Solusi dari WhatsApp

Sewaktu hidup, Olaudah sangat aktif mendukung gerakan anti perbudakan Afrika. Bahkan, gerakannya tersebut yang mendorong kelahiran dektrit anti perdagangan perbudakan berupa Slade Trade Act 1807 yang berlaku di seluruh Inggris Raya dan mengakhiri perdagangan budak Afrika di sana.

Jasa Olaudah pun kemudian dikenang sebagai tokoh gerakan anti perbudakan dunia. Sejak tahun 1967 memoir Olaudah dianggap ‘permulaan sastra Afrika yang sesungguhnya’.

Baca juga : Makin Banyak Orang di Dunia Kecanduan Smartphone, Ini Buktinya