Grab: Driver Pengantar “Tuyul” Langgar Kode Etik

Technologue.id, Jakarta – Kasus sindikat pemain fake GPS atau tuyul di layanan transportasi berbasis aplikasi Grab tak dianggap remeh. Grab yang menggandeng kepolisian telah meringkus tujuh tersangka pelaku aktivitas ilegal ini di Makassar Sabtu (20/01/2018) lalu.

Menurut Ridzki Kramadibrata, pihaknya bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan, berhasil mengungkap praktik ini setelah tindak kecurangan para pelaku terdeteksi oleh sistem Grab. Pasca ditelusuri dan diamati oleh tim Satgas Grab yand didukung penuh oleh tim Cyber Crime Polda Sulsel, ternyata aktivitas para sindikat tersebut benar adanya.

Baca juga:

Grab Akuisisi Startup yang Layani Transaksi Jual-Beli Via Suara

Di samping melaksanakan komitmen untuk menjadikan Grab sebagai platform yang paling aman bagi para mitra pengemudi maupun penumpang, Grab juga geram dengan pelaku cara kotor untuk menuai keuntungan lebih ini karena melanggar peraturan dan kode etik yang telah disepakati bersam mitra di awal kerja sama. Sanksi pemberhentian sementara sampai pemutusan kemitraan pun siap dilayangkan pada mitra yang masih nekat.

Baca juga:

Grab Buka Lembaran Baru Bersama Transportasi Konvensional

“Usaha kami ini dilakukan untuk menghargai upaya sebagian besar mitra pengemudi Grab yang telah bekerja keras dengan jujur tanpa melakukan pelanggaran, serta untuk memastikan kualitas pelayanan terbaik bagi pengguna aplikasi kami. Grab juga tidak akan menolerir dan menindak tegas pengemudi yang terbukti melanggar peraturan dan kode etik kami termasuk diantaranya yang telah terbukti menggunakan praktik kecurangan seperti fake GPS atau tuyul ini,” jelas Managing Director Grab Indonesia tersebut pada redaksi (23/01/2018).

Baca juga:

Grab Kini Jadi Mitra Ustaz Yusuf Mansur

Diharapkan, diringkusnya sindikat di Makassar ini kian merekatkan hubungan antara Grab, para mitra, serta penumpang ke depannya. Hal ini penting soalnya startup yang sudah berdiri dari tahun 2012 ini hingga berita ini diturunkan telah merambah 111 kota di Indonesia dan menjadi platform ridesharing dengan wilayah operasi terluas di sini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *