HomeStartupGrab: Kami Pemimpin Pasar Bisnis Transportasi Online

Grab: Kami Pemimpin Pasar Bisnis Transportasi Online

Technologue.id, Jakarta – Grab mengklaim telah menjadi pemain aplikasi transportasi mayoritas di negeri ini. Layanan transportasi online kepunyaan investor asal Malaysia ini mengaku memiliki jumlah market share sebesar 65 persen berdasarkan hasil studi internal.

“65 persen market share ini adalah suatu studi yang kami lakukan melalui preferensi pelanggan dan studi di lapangan. (Studi) ini memang kami conduct secara konsisten. Di luar itu juga kita selalu melihat bagaimana preferensi pelanggan terhadap kita secara periodik,” ungkap Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia, kala meluncurkan layanan baru GrabExpress Car dan GrabExpress Nalangin, di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Baca Juga:

Grab Luncurkan Layanan Jasa Kurir Pakai Mobil

Ia menyebut, bagaimanapun market share adalah suatu produk akhir dari konsumen memilih suatu layanan. Yang lebih penting, preferensi pelanggan terhadap produk-produk yang ditawarkan.

“Kepercayaan mereka lah yang akan menghasilkan market share,” ucapnya.

Baca Juga:

Garap Mobil Listrik, Hyundai Sumbang Rp3,6 Miliar di Grab

Hasil market share dari studi internal ini diperkuat oleh perusahaan riset global, ABI Research, yang menyatakan bahwa Grab sudah menguasai pangsa pasar transportasi online pada semester I 2018 mengalahkan Go-Jek. Menurut ABI, pangsa pasar Grab sudah mencapai 62 persen sampai akhir Juni 2018.

“Mereka independen melakukan studi mengenai market share ride-hailing di Indonesia. Mereka menyebutkan di situ, market share Grab untuk ride-hailing di Indonesia tumbuh dari tahun sebelumnya di 2017 dengan 30 persen menjadi lebih dari 62 persen di 2018. Ini quite consistent with our survey. Bahwa we are the market leaders untuk ride hailing,” beber Ridzki.

Baca Juga:

Saat Persaingan Go-Jek dan Grab Merambah ke Kuliner

Menurut laporan ABI Research yang dirilis pada 4 September, Grab telah membangun dominasi pasar di Indonesia dihitung dari jumlah perjalanan, setelah melakukan ekspansi dan mengakuisisi Uber pada Maret 2018.

- Advertisement -

Berita Lainnya

See More