Baca juga:
Grab Buka Lembaran Baru Bersama Transportasi Konvensional
"Asia Tenggara merupakan rumah bagi pasar-pasar berkembang dengan pertumbuhan paling pesat di dunia, namun masih banyak kota-kota kecil tidak memiliki akses terhadap digital ekonomi yang tengah tumbuh. Teknologi mobile dapat menjembatani bagian infrastruktural dan membuat pertumbuhan ekonomi menjadi kian inklusif," papar Anthony Tan, Group CEO dan Co-founder Grab. Senada dengan Tan, Sangchul Lee juga antusias dengan kolaborasi ini. "Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat mengeksplor bagaimana kami dapat bekerja sama untuk memanfaatkan peluang pertumbuhan yang masif dari ekonomi digital Asia Tenggara," kata President dan CEO Samsung Electronics Southeast Asia & Oceania itu.Baca juga:
Grab: Driver Pengantar “Tuyul” Langgar Kode Etik
Ada tiga langkah kolaborasi yang akan diluncurkan secara bertahap oleh Grab-Samsung ke seluruh kawasan Asia Tenggara, keuangan mikro, GrabKiosk dan GrabBooth, serta infotainment di GrabCar. Yang pertama, program micro-financing Grab sendiri pertama kali diluncurkan di Myanmar pada Q4 2017. Hingga saat ini, ada 1.400-an driver Grab di Myanmar yang sudah bisa membeli gadget Samsung serta mendapat pinjaman mikro dari CB Bank, mitra perbankan lokal Grab. Selanjutnya, inovasi yang mereka siapkan adalah menghadirkan GrabKiosk dan GrabBooth, yang memungkinkan setiap orang di area publik seperti pusat perbelanjaan, hotel, atau bandara, memesan tumpangan Grab untuk dirinya sendiri maupun orang lain. Dua layanan ini sudah dihadirkan di Indonesia serta Myanmar dengan memanfaatkan perangkat Samsung.Baca juga:
GrabFood Kini Hadir di 3 Kota Baru, Tempat Tinggal Anda Termasuk?
Terakhir, Grab akan menyediakan konten multimedia di mobil tertentu mitranya melalui tablet bikinan vendor asal Korea Selatan itu. Untuk awalan, layanan infotainment ini tersedia di Singapura dan bakal diluncurkan di ASEAN tahun ini.