Hadapi Masa Sulit, Huawei Tak Ingin ada PHK

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Sejak beberapa tahun terakhir, masa sulit bagi Huawei belum kunjung usai. Setelah sempat diblokir untuk tidak lagi diperbolehkan menggunakan lisensi Google, pemerintah Amerika Serikat (AS) pun kini mulai memblokir sejumlah perusahaan yang terafiliasi oleh Huawei. Meski jumlah penjualannya berpengaruh drastis, Huawei tetap bertekad untuk tidak melakukan PHK terhadap para karyawannya.

Mengutip dari GSMArena (04/09/20), dalam sebuah keynote pada ajang IFA 2020, CEO Huawei, Ren Zhengfei mengatakan kepada para investor bahwa siapapun yang bekerja untuk Huawei merupakan pahlawan. Dan Huawei tidak memiliki rencana untuk melakukan PHK secara global.

Baca Juga:

Huawei Diprediksi Tinggalkan Industri Ponsel


Di saat yang bersamaan, President Consumer Business Group untuk wilayah Eropa, Walter Ji menjelaskan bahwa Huawei saat ini memiliki karyawan langsung sebanyak 14.000 orang di Eropa. Sementara karyawan tidak langsungnya mencapai lebih dari 200.000 orang yang tersebar di 23 tempat riset yang berbeda.

Walaupun sempat diblokir oleh pemerintah AS untuk penggunaan layanan Google, para eksekutif Huawei mengatakan bahwa toko aplikasi buatan mereka, Huawei AppGallery saat ini berhasil menduduki posisi ketiga di dunia setelah Google Play Store dan Apple App Store. Namun sayangnya, mereka tidak membeberkannya secara detail.

Baca Juga:

AS Blokir 38 Perusahaan yang Terafiliasi dengan Huawei


Pada akhir tahun 2020 ini, Huawei sendiri berencana untuk melakukan ekspansi toko offline ke sejumlah wilayah di Eropa, seperti Perancis, Spanyol, Belgia, Itali, Jerman, dan Inggris.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories