Technologue.id, Jakarta – Google resmi meluncurkan aplikasi mandiri Google Finance untuk perangkat Android. Aplikasi ini menghadirkan akses yang lebih mudah ke data pasar keuangan secara real-time, berita finansial terkini, serta berbagai fitur analisis berbasis kecerdasan buatan (AI). Perusahaan juga mengonfirmasi bahwa versi iOS akan dirilis pada akhir tahun ini.

Peluncuran aplikasi tersebut menjadi bagian dari update besar yang tengah dilakukan Google terhadap layanan Google Finance. Selain menghadirkan aplikasi mobile, perusahaan juga merilis pengalaman web baru yang sebelumnya masih berada dalam tahap beta.

Melalui aplikasi Android, pengguna dapat memantau pergerakan pasar, mengikuti perkembangan berita keuangan, serta memanfaatkan alat riset berbasis AI yang dirancang untuk membantu memahami tren dan kondisi pasar dengan lebih cepat.

Sementara itu, versi web Google Finance mendapatkan sejumlah peningkatan yang berfokus pada pengelolaan portofolio investasi. Salah satu fitur baru yang diperkenalkan adalah dashboard portofolio terpadu yang memungkinkan pengguna melihat seluruh investasi mereka dalam satu tampilan, lengkap dengan data performa dan analisis alokasi aset.

Google juga memungkinkan pengguna membangun profil investasi dengan mengunggah dokumen CSV atau PDF yang berisi rincian kepemilikan aset. Selain itu, pengguna dapat menambahkan informasi investasi hanya dengan menjelaskan aset yang dimiliki kepada chatbot AI yang terintegrasi dalam platform.

Chatbot tersebut kini memiliki akses langsung ke data portofolio pengguna sehingga mampu memberikan jawaban dan analisis yang lebih personal. Pengguna dapat mengajukan berbagai pertanyaan terkait investasi untuk memperoleh wawasan yang lebih mendalam mengenai aset yang dimiliki.

Tidak hanya itu, Google juga menambahkan kemampuan baru yang membuat chatbot berfungsi layaknya agen digital. Fitur ini memungkinkan AI menjalankan tugas pencarian dan pengumpulan data secara otomatis sesuai permintaan pengguna.

Sebagai contoh, pengguna dapat meminta sistem membuat ringkasan pra-pasar harian yang merangkum berbagai pergerakan signifikan yang terjadi selama semalam, termasuk perubahan harga pada aset kripto utama maupun instrumen investasi lainnya.

Langkah ini menunjukkan semakin besarnya peran AI dalam layanan keuangan digital. Namun, Google turut mengingatkan bahwa teknologi AI masih memiliki keterbatasan dan tidak boleh dijadikan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan investasi.

Perusahaan secara terbuka menyatakan bahwa AI dapat menghasilkan informasi yang keliru atau tidak akurat. Oleh karena itu, pengguna disarankan untuk selalu memverifikasi data keuangan secara mandiri dan berkonsultasi dengan penasihat keuangan berlisensi sebelum membuat keputusan investasi.