Hangat Isu Kebocoran Data, Staf Ahli Kominfo: Ini Jadi Masalah Serius

Technologue.id, Jakarta – Kejahatan siber saat ini tengah menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Terlebih ketika raksasa belanja online asal Indonesia, Tokopedia dilaporkan mengalami kebocoran data pengguna.

Menanggapi hal tersebut, Henri Subiakto selaku Staf Ahli Kominfo dalam konferensi pers online pada Selasa (5/5/2020), mengatakan bahwa kejahatan siber perlu dijadikan persoalan yang serius. kesadaran akan keamanan siber juga harus lebih ditingkatkan oleh masyarakat.

“Penggunaan internet di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat pesat. Penting sekali untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan hal ini sehingga tidak mengalami kerugian yang luar biasa,” ujarnya.

Baca Juga:

Cara Cek E-mail Terdampak Kasus Data Pelanggan Bocor

Henri mengingatkan agar seluruh masyarakat mengganti password yang berkaitan dengan dunia digital secara berkala. Penggunaan password yang berkaitan dengan data diri seperti tanggal lahir juga patut ditinggalkan.

“Dalam hal keamanan siber ini regulasinya memang ada, tapi kalau masyarakat tidak peduli dan memberi celah bagi kejahatan ya tetap akan terjadi. Peraturan yang dibuat pemerintah itu tidak cukup jika tidak disupport kesadaran masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Henri menjelaskan bahwa kebocoran data pengguna Tokopedia yang terjadi saat ini masih belum menyentuh data yang lebih mendalam seperti data perbankan. Data yang bocor sebatas data yang menyangkut nama dan nomer telepon.

Baca Juga:

Pandemi Corona, Serangan Siber Meningkat

Henri juga menegaskan agar perusahaan digital terkhusus Tokopedia meningkatkan keamanannya. Sebab ada regulasi yang menuntut perusahaan menjalankan kewajibannya menjaga data pribadi pengguna berada di garis aman.

“Perusahaan harus bertanggungjawab kepada sistemnya. Pemerintah disini mengawasi standar yang dilaksanakan apakah berjalan dengan baik. Ini demi keberlangsungan ekonomi digital,” tandasnya.