Technologue.id, Jakarta – Belakangan, ransomware menyeruak sebagai ancaman baru di digital. Organisasi dan perusahaan yang bergantung pada infrastruktur teknologi informasi pun mau tak mau harus mulai menyadari potensi ancaman malware yang bisa mengunci atau menghapus file-file penting dalam suatu perangkat, kecuali korban mau membayar uang tebusan.

Sayangnya, masih banyak yang belum tahu bagaimana cara menangkal WannaCry atau Petya. Kebanyakan hanya percaya bahwa ransomware bisa ditangkal dengan layanan anti-virus berbayar atau menggunakan sistem keamanan premium, padahal ada cara-cara mudah untuk menangkalnya.

Berikut tiga metode gratisan yang bisa Anda coba untuk menghalau serangan ransomware atau menghapusnya dari perangkat Anda yang terinfeksi:

1. Rajinlah mem-backup file Anda
Ini dia cara terhemat untuk membentengi diri dan perusahaan dari ancaman ransomware. Dokumen-dokumen penting yang seharusnya tak jatuh di orang salah bisa Anda unggah ke cloud storage semacam Google Drive atau Dropbox.

Malah, kalau Anda masih ragu menitipkannya ke pihak lain, Anda bisa menyimpannya di harddisk eksternal dan mengamankannya di tempat rahasia yang hanya Anda yang tahu.
Jika ada banyak sekali file yang harus di-backup, silakan gunakan tool seperti AOMEI Backupper dan software gratisan lain untuk melakukan backup.

2. Manfaatkan layanan anti-virus
Kini, Avira, Kaspersky, dan sejumlah layanan anti-virus lain sudah menaruh fokus pada pengamanan digital. Anda hanya tinggal memilih mana software yang cocok untuk Anda (bisa dari segi UI dan UX-nya) serta spesifikasi komputer yang hendak dibentengi.

Biasanya, beberapa anti-virus ternama memberikan layanan perlindungan terhadap ransomware secara gratis, alias tanpa harus membeli versi premiumnya. Atau, Anda bisa menggaet peranti lunak khusus ransomware seperti Malwarebytes Anti-Ransomware.

3. Gunakan fitur Windows
Windows saat ini adalah satu dari segelintir sistem operasi desktop terpopuler di dunia. Maka dari itu, tak heran jika ransomware berbahaya seperti WannaCry mengincar perangkat ber-OS tersebut yang jarang di-update, sehingga keamanannya lebih mudah ditembus.

Namun di sisi lain, Microsoft sebenarnya juga sudah mencoba semaksimal mungkin mengamankan penggunanya. Pertama, dengan memberikan update security patch. Kedua, dengan menyediakan fitur semacam system restore.

Nah, fitur kedua inilah yang bisa Anda gunakan andaikata malware sudah mulai menginfeksi PC atau laptop Anda. System restore pun dapat membantu ketika Anda sudah berhasil menghapus ransomware dari suatu perangkat, tetapi ada file yang hilang akibat proses scanner anti-virus.

Itu dia tiga cara mudah untuk menghalau dan menghapus ransomware, seperti dikutip dari UberGizmo (23/07/17). Semoga bisa menjadi langkah antisipatif Anda dan perusahaan sebelum meminta bantuan security researcher atau sejenisnya.

 

Baca juga:

Benarkah Ransomware Telah Mengancam Umat Manusia?

Ransomware Petya Mulai Menyebar ke Seluruh Dunia

Modus Operandi Ransomware WannaCry Sebenarnya Tidak Baru