Technologue.id, Jakarta – Bumbu kompetisi merebut bangku Presiden 2019 turut mewarnai dunia e-commerce tanah air. Achmad Zaky, CEO Bukalapak, diserang netizen lantaran cuitannya di Twitter menyinggung soal “presiden baru”.

Hingga pagi ini, tagar #uninstallbukalapak sudah menjadi menjadi urutan teratas yang paling dibicarakan warganet alias trending topic di Twitter. Selain tagar #uninstallbukalapak, ada juga netizen yang membuat #boikotbukalapak sebagai wujud respon yang sama.

Dalam cuitannya, Zaky mengungkap soal anggaran penelitian dan pengembangan (R&D) yang sangat minim tahun 2016 yang hanya US$ 2 miliar.

Budget ini, diucap Zaky, sangat timpang dibanding negara lain yang sudah menyediakan anggaran R&D mulai dari puluhan hingga ratusan miliar dolar.

“Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (disertai data anggaran R&D). Mudah-mudahan presiden baru naikin,” tulisnya.

Sontak postingan ini memancing kekecewaan dan amarah dari pendukung presiden Jokowi.

Dalam kolom komentar Zaky bahkan netizen menyebut data yang disampaikan Zaky salah. Karena mengutip laporan dari Wikipedia, anggaran R&D sebesar US$ 2 miliar itu terjadi pada tahun 2010. Saat itu bahkan Jokowi belum menjadi Presiden.

Zaky dituding melupakan kebaikan Jokowi yang terus mempromosikan industri kreatif yang selalu dicontohkan Bukalapak. Bahkan ada yang menyebut Zaky sebagai Malin Kundang Zaman Now.

Zaky sendiri menyadari cuitannya itu telah mengundang kontroversi. Agar tak semakin melebar, Ia pun telah menghapus postingannya tersebut.