Technologue.id, Jakarta – HMD Global yang bertanggung jawab atas smartphone merek Nokia, meluncurkan sekitar selusin perangkat baru setiap tahun. Namun dengan gencar merilis produk selama beberapa tahun ini justru menimbulkan kebingungan atas penamaan seri model-modelnya.

HMD Global menggunakan skema penamaan berdasarkan angka untuk line up produknya, namun sayangnya tidak jelas berurutan. Startup asal Finlandia itu mengklaim telah menyediakan beragam produk di semua poin tingkat harga, mulai dari entry level, menengah, sampai kelas premium. Akan tetapi, Ia tak menampik bahwa gagal membuat skema penamaan yang jelas bagi konsumen. Pengguna tidak mengetahui masing-masing produk mewakili segmen mana.

Baca Juga:
Nokia Umumkan Kesepakatan 5G Komersial Ke-30

Pranac Shroff, GM Portofolio HMD Global, mengatakan bahwa meskipun perusahaannya telah meluncurkan setidaknya 12 ponsel cerdas baru di India, namun portofolio produknya tidak mudah dipahami konsumen.

Pelanggan masih tidak menyadari bahwa ada perbedaan besar antara smartphone seperti Nokia 3 dan 3.1 atau Nokia 8 dan 8.1. Di tahun pertama tahun 2019, perusahaan juga merilis versi Plus, yang merupakan siklus penyegaran enam bulan, serta model-model diskon lama yang bersaing dengan penawaran yang lebih baru. Hal ini yang kadang membingungkan pengguna.

Baca Juga:
Resmi Dirilis, Nokia X71 Adopsi Kamera 48 MP

Setelah menyadari kesalahan ini, mereka bertekad untuk segera mengatasi masalah penamaan agar lebih jelas sehingga akan memudahkan pelanggan mengidentifikasi ponsel yang mereka inginkan.

“Kami berutang kepada konsumen kami dan umumnya semua orang – untuk memastikan itu [portofolio produk] jelas. Jika kita belum menjelaskannya, dan saya setuju bahwa kita belum melakukannya, maka itu adalah sesuatu yang perlu kita upayakan lebih baik,” ujar Shroff, sesuai yang dikutip dari Gadgets360 (7/6/2019).