Technologue.id, Jakarta – Huawei kembali menggelar program Seeds for the Future untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Ini untuk menyiapkan SDM yang profesional, integritas, inovatif dan berdaya saing.

Pada tahun 2019 ini, Seed for the Future melibatkan delapan perguruan tinggi terkemuka Indonesia, yaitu Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran Bandung, Telkom University Bandung, Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, dan Universitas Multimedia Nusantara.

Kandidat dipilih berdasarkan prestasi dan kepesertaan mereka dalam Huawei ICT Competition di tingkat universitas.

Ken Qijian, Vice President Public Affairs and Communication Huawei Indonesia, mengatakan program Seed for the Future merupakan penegasan komitmen Huawei dalam menyiapkan SDM berkompetensi tinggi dan siap bersaing di industri TIK global. Program ini memiliki relevansi dengan komitmen pemerintah yang tertuang melalui inisiatif strategis nasional “Making Indonesia 4.0” yang bertujuan untuk memperkokoh kapabilitas digital bangsa di berbagai sektor industri.

“Di indonesia, Seed for the Future juga merupakan wujud upaya sinergis kami dalam membantu dunia pendidikan menjawab tantangan baru dunia industri yang menuntut tersedianya lulusan-lulusan berkompetensi tinggi serta sesuai dengan kebutuhan industri”, ungkapnya.

Peserta akan mengikuti serangkaian program yang berlangsung di dua kota di Tiongkok, yaitu Beijing dan Shenzhen. Mereka akan mendapat kesempatan belajar bahasa Mandarin dan kebudayaan Tiongkok, dan mengikuti program semi-magang dan bimbingan tentang teknologi dan inovasi terbaru di dunia TIK.

Peserta juga akan dibekali pengetahuan mengenai perkembangan terbaru dari teknologi jaringan 3G/4G/5G, komputasi awan, Internet of Things, hingga jaringan yang cerdas.

Huawei sendiri memulai program pelatihan ini sejak tahun 2008 silam. Dalam enam tahun terakhir, program ini telah memberikan kontribusi kepada pengembangan kompetensi lebih dari 100 mahasiswa dan politeknik di Indonesia.