Technologue.id, Jakarta – Peneliti dari the City University of Hong Kong (CityU) menemukan sumber potensial lainnya untuk energi terbarukan, yaitu air hujan.

Mereka berusaha mengembangkan sebuah generator yang menggunakan struktur field-effect transistor-style. Generator itu bisa menghasilkan listrik dari tetesan air, misalnya dari hujan. Bahkan, para peneliti menemukan jika cara ini efektif.

Baca Juga:
Panel Anti-Solar Mampu Alirkan Listrik Saat Malam Hari

Satu tetesan air dikatakan bisa menghasilkan listrik 140V, cukup untuk mentenagai 100 lampu LED kecil, tulis Ubergizmo (9/2/2020).

“Penelitian kami menunjukkan bahwa setetes air 100 mikroliter [1 mikroliter = satu juta juta] dilepaskan dari ketinggian 15 cm dapat menghasilkan tegangan lebih dari 140V, dan daya yang dihasilkan dapat menerangi 100 lampu led kecil,”‘ kata profesor Wang auankai, peneliti utama dari departemen teknik mesin cityU.

Hal ini merupakan sebuah perkembangan yang besar karena percobaan sebelumnya hanya mampu menghasilkan lebih sedikit energi. Tapi supaya alat ini mampu digunakan secara komersial, mungkin masih perlu banyak perbaikan dan uji coba.

Secara teknis, desain baru ini membuat pasangan elektroda aluminium dengan elektroda oksida timah indium berlapis dengan PTFE, bahan dengan muatan listrik “kuasi-permanen”. Ketika sebuah drop menyentuh permukaan PTFE/timah, ia menjembatani kedua elektroda dan menciptakan sirkuit loop tertutup. Itu membantu sepenuhnya untuk melepaskan pengisian daya yang tersimpan.

Baca Juga:
Ilmuwan Australia Berhasil Tirukan Virus Corona

Selain itu, teknologi ini juga bisa menangani curah hujan yang berkelanjutan. Jika ada penurunan terus menerus, muatan terakumulasi dan akhirnya mencapai titik jenuh.

Hujan mungkin tidaklah selalu ada. Di beberapa tempat hujan adalah hal langka. Tapi hujan mungkin bisa digunakan sebagai sumber energi cadangan. Selama hujan, tetesan air digunakan untuk menghasilkan listrik dan disimpan untuk digunakan nanti. Jadi di malam hari saat di mana tidak ada sinar matahari dan panel tata surya tidak bisa digunakan secara efektif, hujan bisa digunakan.