Jakarta - Technologue.id. Hyundai Motor Company mengumumkan rencana ekspansi besar-besaran di tengah ketatnya pasar otomotif global. Rencana ini mencakup peluncuran puluhan model baru di Amerika Utara dan target peningkatan penjualan signifikan di China.
CEO Hyundai Jose Muñoz menyampaikan strategi ini dalam rapat umum pemegang saham tahunan pada 26 Maret. Ia mengungkapkan target ambisius untuk meluncurkan 36 model baru di Amerika Utara menjelang 2030.
Angka ini meningkat dari 25 model yang saat ini dijual di kawasan tersebut. Muñoz juga menargetkan peningkatan lebih dari dua kali lipat penjualan tahunan di China menjadi 500.000 unit dalam jangka menengah.
Target di Amerika Serikat didukung komitmen investasi senilai US$26 miliar. Dana ini akan dialokasikan untuk ekspansi produksi, pengembangan rantai pasok regional, dan kemitraan teknologi.
Hyundai telah menjalin kerja sama dengan sejumlah pemain teknologi ternama. Mitra mereka termasuk Nvidia, Waymo, dan Google DeepMind untuk mengakselerasi inovasi.
Amerika Utara tetap menjadi pasar paling menguntungkan bagi Hyundai. Rencana 36 model akan mencakup beragam pilihan powertrain dalam platform dasar yang sama, menyesuaikan tren lokal.
Kendaraan listrik extended-range dengan jarak tempuh lebih dari 600 mil akan hadir di AS mulai 2027. Hyundai juga berencana meluncurkan pickup midsize body-on-frame pertama sebelum 2030.
Kehadiran pickup ini menandai upaya sengaja memasuki segmen ber-margin tertinggi. Segmen ini menjadi sumber keuntungan utama bagi pabrikan yang berfokus pada pasar AS.
Berbeda dengan General Motors yang mengekspor beberapa produk margin tinggi dari Korea, Hyundai mengambil pendekatan sebaliknya. Mereka akan memproduksi model-model yang direncanakan secara lokal, bukan di pabrik asal.
Hyundai Metaplant Georgia yang dibuka Maret 2025 akan memainkan peran kunci. Pabrik yang kini memproduksi Ioniq 5 dan Ioniq 9 ini akan menambah lini produksi hybrid tahun ini.
Pabrik tersebut juga akan memproduksi purwarupa Ioniq 5 yang dilengkapi teknologi Waymo. Lokasi ini sempat menjadi berita setelah penggerebekan oleh agen ICE dan penangkapan 450 pekerjanya.
Pemerintah Korea sempat memperingatkan insiden itu dapat mempengaruhi rencana investasi di AS. Namun, ketegangan tersebut tampaknya telah mereda dalam kurun waktu berikutnya.
Baca Juga:
China menjadi target pertumbuhan utama lainnya bagi Hyundai. Pasar ini dianggap penuh tantangan bagi hampir semua pemain global yang beroperasi di sana.
Untuk mencapai target penjualan ganda, Hyundai berencana meluncurkan 20 model baru pada paruh kedua dekade ini. Langkah ini dimulai dengan SUV listrik Elexio yang diperkenalkan Oktober 2025.
Selanjutnya akan menyusul sedan listrik segmen-C. Target 500.000 unit ini dibandingkan dengan volume saat ini sekitar 220.000 unit.
Angka ini merupakan penurunan tajam dari puncaknya pada 2016, saat Hyundai menjual 1,16 juta unit. Pabrikan Korea ini termasuk yang paling terdampak popularitas merek EV domestik China.
Strategi yang lebih luas memandang gangguan tarif sebagai peluang, bukan hambatan. Kerangka optimis ini dipertahankan Muñoz secara konsisten sejak memimpin pada Januari 2025.
Penjualan di Amerika Utara naik 8% menjadi 1,2 juta unit tahun lalu. Kenaikan ini terjadi meski ada tarif impor 15% di AS, didorong permintaan kuat untuk Tucson, Elantra, Santa Fe, dan Ioniq 5.
Keempat model tersebut mencatat rekor penjualan tahunan. Hyundai menargetkan 80% kendaraan yang dijual di AS diproduksi lokal pada 2030.
Saat ini, proporsi produksi lokal berada di sekitar 50%. Teknologi menjadi semakin sentral dalam presentasi Muñoz kepada investor.
Hyundai berupaya memimpin pasar kendaraan yang didefinisikan perangkat lunak di berbagai lini. Mereka meluncurkan merek perangkat lunak Pleos pada Maret 2025.
Pabrikan ini juga telah mengunci rencana menggunakan 50.000 chip Nvidia Blackwell. Chip ini akan meningkatkan kemampuan AI di manufaktur dan kendaraan mereka.
Rencana lain termasuk meningkatkan produksi robot humanoid Atlas dari Boston Dynamics. Targetnya mencapai kapasitas produksi tahunan 30.000 unit pada 2028.
Hyundai juga mempertahankan kemitraan di bidang mobil otonom melalui 42dot, Motional, dan Waymo. Integrasi teknologi robotika ini menunjukkan arah masa depan industri.
Ekspansi besar-besaran ini menunjukkan kepercayaan diri Hyundai di pasar global. Mereka berinvestasi besar di tengah ketidakpastian ekonomi dan persaingan ketat.
Fokus pada produksi lokal dan teknologi canggih menjadi pilar strategi mereka. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat posisi kompetitif dan profitabilitas jangka panjang.