Technologue.id, Jakarta – Sebagai komponen penting, baterai setiap harinya diproduksi dalam jumlah banyak. Dan tidak dapat dipungkiri bahwa material yang digunakan memberikan beban terhadap lingkungan yang sangat besar.

Dilansir dari Digitaltrends, terobosan baru berhasil dilakukan oleh para insinyur IBM Research yang dapat memberikan jalan keluar dari masalah tersebut. Mereka mengumumkan berhasil menghilangkan kebutuhan logam berat dalam produksi baterai.

Baca Juga:
IBM Dorong Partner Lokal Bertransformasi Bisnis Digital

“Meskipun tidak ada logam berat dalam desain baterai ini, telah terbukti melebihi kinerja baterai lithium ion standar dalam tes awal di Lab Baterai kami,” kata Young-hye Na, Materials Innovation Manager for Next-Gen Batteries IBM Research.

Menurutnya, temuan ini memberikan tingkat terbakar yang lebih rendah serta bahan yang lebih murah.

Ia juga mengatakan, “Baterai ini dapat dikonfigurasi untuk mengungguli opsi lithium-ion. Termasuk waktu pengisian mencapai 80% dalam waktu kurang dari lima menit. Ini penting dimana waktu pengisian cepat adalah kunci dalam kendaraan listrik.”

Baca Juga:
IBM Sikapi PP Nomor 71 Tahun 2019

Dalam pengujian, batera ini mampu mencapai kepadatan daya lebih dari 10.000 W / Lyang berarti melebihi tingkat daya baterai lithium ion yang tersedia saat ini. Bahan katoda aktif dalam baterai, iodida, dapat diekstraksi dari air laut. Ini membuatnya lebih ramah lingkungan daripada penambangan terestrial. Karena ekstraksi air laut tidak selalu membutuhkan air segar untuk diproses, maka meminimalkan jumlah air yang terkontaminasi yang dibuat untuk pembuangan.

Namun menurut Na, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. “Kami masih dalam tahap awal pengembangan baterai ini, jadi pada titik ini kami tidak memiliki batas waktu yang pasti untuk kapan baterai ini siap untuk dikomersilkan,” tutup Na.