Home Apps Game IDGX 2021 Kembali Digelar, Dorong Industri Game dalam Negeri Go Global

IDGX 2021 Kembali Digelar, Dorong Industri Game dalam Negeri Go Global

Technologue.id, Jakarta – Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2021 resmi digelar. Ajang tahunan ini dilangsungkan untuk mendorong industri game dalam negeri bersaing dan berkembang di level global.

Gelaran yang difasilitasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan Asosiasi Game Indonesia (AGI) ini akan menghadirkan pelaku industri game lokal dan global. Mereka akan berbagi ilmu, pengalaman, serta membangun jaringan.

“Program ini merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas pelaku industri game dalam negeri, sekaligus mendorong industri game lokal untuk Go Global,” kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel A. Pangerapan, Rabu (28/7/2021).

“Jadi, kita kerja sama dengan ekosistem, kita hanya fasilitator dan diharapkan nantinya pelaku game akan semakin bertumbuh dengan adanya program ini,” terangnya.

Baca Juga:

Epic Games Buka Suara Soal Konten Fortnite Hancurkan Kabah


IGDX 2021 sendiri bakal digelar selama tiga bulan penuh mulai Agustus hingga November mendatang. Dalam IDGX tahun ini terdapat tiga kegiatan utama yang diusung Kominfo, yaitu IGD Academy, IGDX Business dan IGDX Conference.

Untuk IGDX Academy berisi pelatihan dari mentor yang sudah berpengalaman di industri game, baik lokal maupun asing. Sesi pendaftaran dibuka sampai 2 Agustus, dan acara bakal dimulai pada tanggal 16 Agustus sampai 14 November.

Sementara dalam IGDX Business, pengembang bisa bertemu dengan penerbit (publisher) gim, studio game, pemerintah, pengembang asing sampai investor. Acara ini akan digelar secara online selama dua hari.

Terakhir, IGDX Conference berupa seminar dan lokakarya yang dilakukan secara online dan offline selama dua hari dengan pembicara berasal dari pemerintah, pelaku industri gim lokal dan internasional, investor, serta perwakilan sektor industri lainnya.

“Di dalam program IDGX akan dipertemukan antara developer dengan publisher. Pesertanya sendiri adalah developer yang mencari peluang kerjasama dan pengembangan bisnis baru (investasi),” jelas Samuel.

Baca Juga:

Xbox Ultimate Game Sale Resmi Dimulai, Ada Diskon Game Sampai 90%


“Mereka akan mengulik capacity building bagaiamana nanti dia membuat game-nya, dan juga akan diajari mengembangkan bisnisnya (business approach) pada saat bertemu dengan calon investor agar lebih confident,” tambahnya.

Untuk diketahui, industri game saat ini memang tengah naik daun. Hasil penelitian yang dilakukan Kementerian Kominfo bersama LIPI menunjukkan ada peningkatan skala usaha industri gim dari tahun 2017 s.d 2019.

Secara keseluruhan, di tahun 2017 terdapat 143 gim yang diproduksi dan meningkat menjadi 225 di tahun 2018 dan pada tahun 2019 terdapat 332 gim. Dan di masa pandemi seperti sekarang, mengalami peningkatan sangat tajam.

“Jadi, kita ingin mendorong industri game ini mulai tumbuh supaya bisa memberikan potensi yang sedang tumbuh-tumbuhnya di Indonesia,” pungkas Samuel.