Iklan di Facebook Targetkan Remaja yang Tengah Dilanda Masalah

Algoritma di dalam Facebook mampu mengetahui kondisi emosional pengguna remaja (source: BBC)

Technologue.id, Jakarta – Sebuah bocoran dokumen dari tim Facebook di Australia menunjukan, perusahaan sosial media yang identik dengan warna biru tersebut mampu membantu pengiklan untuk menargetkan produknya kepada remaja yang tengah dilanda masalah. Sehingga, iklan tersebut dapat meraih target yang sesuai dengan jenis produk atau layanan yang ditawarkannya.

Dikutip dari BBC (2/5/2017), dari dokumen-dokumen tersebut diketahui bahwa algoritma di dalam Facebook mampu mengetahui kondisi emosional pengguna remaja, sehingga kabarnya bisa digunakan para pengiklan untuk menargetkan iklan pengunjung mereka. Contoh kecilnya adalah iklan penurun berat badan akan tampil di laman news feed akun remaja yang kesulitan menurunkan berat badan mereka.

Rupanya, ini bukanlah kali pertama sebuah algoritma di dalam jejaring sosial itu menimbulkan masalah penggunanya. Pada November tahun lalu, Facebook menarik alat iklan mereka yang membeda-bedakan orang berdasarkan etnis mereka, yang dirasa sebagai pelecehan harga diri seseorang secara tidak langsung.

Rincian dari dokumen tersebut juga menunjukan bagaimana cara pengiklan menggunakan algoritma Facebook untuk menemukan remaja-remaja yang tengah dilanda masalah. Sehingga, target iklan mereka bisa sampai dengan tepat, yang sayangnya kebanyakan dari target diisi oleh pengguna berusia remaja.

Menanggapi hal tersebut, Facebook membantah telah melakukannya. Bahkan, perusahaan ciptaan Mark Zuckerberg tersebut menilai artikel yang dibuat berdasarkan bocoran dokumen ini sebagai artikel yang menyesatkan.

“Facebook tidak menawarkan alat untuk menargetkan orang berdasarkan keadaan emosional mereka,” ungkap Facebook. “Analisis yang dilakukan oleh tim di Australia tersebut dimaksudkan untuk membantu pengiklan dalam memahami bagaimana orang-orang mengekspresikan diri di Facebook, bukan sebagai alat untuk menargetkan iklan mereka.”

Baca juga:

Angkatan Laut Amerika Ketahuan Berbagi Foto Porno di Facebook

Google dan Facebook Menjadi Korban Penipuan

Facebook Siapkan Helicopter untuk Sebar Internet