Iklan Ramadan Gojek Ada Tokopedia, Kode Akusisi Segera Terjadi?

- Advertisement -

Technologue.id, Jakarta – Gojek Indonesia mulai membuka tabir isu merger dengan platform e-commerce Tokopedia. Hal ini terlihat dalam iklan Ramadan Gojek untuk tahun ini.

Dalam video yang diunggah ke media sosial Intagram Gojek (Sabtu, 3 April 2021), terlihat beberapa kali logo Tokopedia tampil, beserta aktor yang berpakaian dengan boks hijau khas perusahaan e-commerce tersebut.

Baca Juga:
Telat Lapor KPPU, Gojek Kena Denda Rp3,3 Miliar

Bahkan ada satu scene yang menampilkan driver Gojek sedang berboncengan dengan talent dari Tokopedia. Lalu menurunkan paket di sebuah rumah konsumen. Dari luar kotak itu terlihat tulisan GoSend dan Tokopedia.

Di akhir video pun, talent Gojek dan Tokopedia sama-sama melangkah ke depan sambil memegang payung.

Sontak video Ramadan Gojek 2021 itu turut menarik perhatian netizen. Warganet menilai, ini merupakan langkah perusahaan ride hailing itu dalam memperkenalkan perubahan yang akan terjadi ke depannya.

“Kisi-kisi bakal bersatu GoJek X Toped,” ujar salimag0s.

“Iklan ini mengandung tokopedia. Mantap,” celoteh hiphiphuri.

“Iklannya berbau merger. Keren nih,” tulis mr_alfian

“Oke tokped sudah mulai muncul akhirnya,” kata billy_sumali

Baca Juga:
Merger Gojek dan Tokopedia Makin Dekat?

Pada awal Maret 2021, Tokopedia dan Gojek dikabarkan telah menandatangani perjanjian penjualan dan pembelian bersyarat (Conditional Sales and Purchase Agreement/CSPA) terkait dengan perjanjian merger kedua perusahaan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari sejumlah portal finansial, valuasi perusahaan hasil merger tersebut diperkirakan mencapai US$35 miliar—US$40 miliar. Kemudian, pemegang saham Gojek akan memiliki 60 persen saham di entitas hasil merger tersebut. Sebaliknya, sisanya 40 persen akan dimiliki Tokopedia.

Penggabungan Gojek dan Tokopedia disebut-sebut akan menciptakan raksasa teknologi dengan beragam bisnis, melihat banyaknya layanan yang dijalankan oleh kedua perusahaan, mulai dari ride-hailing, pembayaran digital, belanja dan pengiriman online, serta layanan lainnya.

Keduanya pun berencana membuka penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) di AS dan Indonesia.

- Advertisement -

Latest News

Related Stories