Ikuti China, Kini Giliran Rusia Blokir VPN

Ilustrasi VPN (source: futurecom.com.br)

Technologue.id, Jakarta – Beberapa waktu lalu, Tiongkok memutuskan untuk lebih memperketat sistem kontrolnya terhadap internet. Pemerintah setempat pun telah meminta tiga perusahaan telekomunikasi di sana, yakni China Mobile, China Unicomm dan China Telecom, untuk memblokir sepenuhnya akses ke Virtual Private Networks (VPN) mulai Februari 2018 mendatang.

Keputusan tersebut ternyata cukup disukai Vladimir Putin, Presiden Rusia. Melansir Reuters (31/07/17), Putin telah menandatangani aturan yang melarang teknologi untuk menyediakan akses ke situs terlarang di negara yang dipimpinnya.

Praktis, VPN dan teknologi serupa lain seperti proxy dan anonymizer, yang mempersilakan netizen browsing secara anonim, tak akan bisa dipakai terhitung mulai 1 November.

Perwakilan pemerintah Rusia menyatan bahwa langkah ini tidak diambil semata-mata untuk mempersempit jangkauan warganya di dunia maya, melainkan memang membatas akses ke konten yang sudah dilarang. Namun di sisi lain, pemblokiran ini juga membuat masyarakat setempat tidak bisa menerima informasi apa pun yang kritis terhadap Putin termasuk berkomunikasi secara privat.

Di samping itu, presiden juga sudah menyetujui aturan lain yang menyebut bahwa aplikasi chatting harus mengidentifikasi penggunanya lewat nomor ponsel yang bersangkutan mulai 1 Januari 2018. Aturan ini juga mempersilakan operator untuk membatasi akses pelanggannya apabila mereka menyebarkan konten ilegal.

 

Baca juga:

Apple Hapus Aplikasi VPN di App Store-nya, Ada Apa?

CEO Telegram Tawarkan Tiga Hal Biar Platformnya Tak Diblokir Lagi

3 Operator Telekomunikasi Tanah Air Sepakat Blokir Telegram