Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Ilmuwan Minta NASA untuk Fokus pada Misi ke Bulan
SHARE:

Technologue.id, Jakarta - Selama tiga tahun lebih, NASA fokus pada program Artemis Moon. Upaya internasional tingkat tinggi ini dipelopori oleh badan antariksa AS. Dikabarkan, proyek ini menelan biaya hampir 7,5 miliar dolar USD per tahun.

Meskipun menelan biaya mahal, proyek ini menjadi suatu upaya untuk mengembalikan manusia ke permukaan bulan pada pertengahan 2020. Kemudian NASA kembali membangun kehadiran yang berkelanjutan di luar angkasa.

Dalam beberapa tahun terakhir, NASA telah mendanai program serupa yang skalanya jauh lebih kecil yakni hanya 3 persen dari biaya Artemis.

Baca Juga:
NASA Temukan Komet Terbesar dalam Sejarah

Program tersebut merupakan program "Layanan Payload Lunar Komersial" yang berupaya menggunakan perusahaan swasta untuk mengirim pendarat berukuran kecil dan menengah ke permukaan Bulan untuk misi berbasis sains. Anggarannya sekitar 250 juta dolar USD per tahun.

Tidak hanya dua proyek di atas, ada pula program CLPS. Program ini menunjukkan sinyal positif dan bahkan dianggap akan mengalahkan program Artemis ke Bulan.

Selain itu, program tersebut juga merupakan upaya baru yang dilakukan oleh divisi Sains NASA. Divisi Sains NASA senantiasa berupaya memanfaatkan sektor luar angkasa komersial yang sedang berkembang untuk meningkatkan kemampuan ilmiah dan eksplorasi. Jika berhasil, model eksplorasi CLPS dapat diperluas ke Mars dan sekitarnya.

Sejak akhir program Apollo pada 1970-an, NASA telah mengirim beberapa pengorbit ke Bulan tetapi tidak melakukan pendaratan lunak di sana selama lebih dari empat dekade. Sementara itu, NASA telah mendarat berkali-kali di Mars dan menjelajahi sisa Tata Surya.

Apa yang dilakukan oleh NASA ini mengundang respon positif dari banyak ilmuwan. Para ilmuwan kemudian terlibat dalam berbagai kegiatan penelitian dan kajian ilmiah.

Baca Juga:
NASA Akan Menyelidiki ‘Pesta Geologi’ di Delta Sungai

Tanggapan yang positif juga ditunjukkan oleh Zurbuchen. Ia sangat antusias dengan model kerjasama publik-swasta untuk memperluas misi sains.

Hal serupa juga ditunjukkan oleh David Schurr dari Planetary Science Division dan Steven Clarke, wakil administrator asosiasi, Zurbuchen mendirikan program CLPS.

Setelah memilih kumpulan perusahaan AS yang memenuhi syarat, NASA mulai secara kompetitif memberikan kontrak senilai antara $80 juta dan $100 juta pada Mei 2019 untuk misi pengiriman ke bulan. Biaya ini jauh lebih sedikit daripada yang akan dibayar NASA sebagai bagian dari proses pengadaan tradisional.

SHARE:

Honda Perkenalkan Mobil Listrik Pertamanya untuk Indonesia

Faktor Dibalik Ketangguhan Oppo Reno12 Series