Technologue.idJakarta - Studio pengembang game indie Ivy Road resmi mengumumkan akan menutup operasionalnya pada 31 Maret, meskipun game andalan mereka, Wanderstop, berhasil meraih sambutan positif dari kritikus dan pemain.

Dalam pernyataan resminya, tim Ivy Road menjelaskan bahwa keberhasilan secara kritik tidak cukup untuk menjaga keberlangsungan studio. Mereka mengalami kesulitan mendapatkan pendanaan untuk proyek berikutnya, sebuah game berjudul Engine Angel.

Masalah finansial ini sebenarnya sudah mulai terlihat sejak Januari lalu, ketika studio terpaksa memberhentikan lima anggota tim sebagai bagian dari upaya bertahan. Namun, tanpa dukungan investor maupun kesepakatan penerbitan baru, Ivy Road akhirnya memutuskan untuk menghentikan operasional sepenuhnya.

Menurut tim pengembang, kegagalan mendapatkan pendanaan dan kerja sama penerbit menjadi faktor utama di balik penutupan ini. Industri game indie memang dikenal penuh tantangan, terutama bagi studio yang mencoba mengembangkan proyek baru tanpa dukungan finansial eksternal.

Padahal, Engine Angel disebut-sebut sebagai proyek ambisius berikutnya yang diharapkan bisa melanjutkan kesuksesan kreatif mereka. Sayangnya, tanpa investasi yang cukup, pengembangan game tersebut tidak dapat dilanjutkan.

Meski studio akan tutup, Ivy Road memastikan bahwa Wanderstop tidak akan ditinggalkan. Game tersebut tetap tersedia untuk dimainkan dan dibeli.

Bahkan, tim mengungkapkan bahwa masih ada satu kejutan terakhir yang sedang disiapkan untuk membantu game ini menjangkau lebih banyak pemain. Detailnya memang belum diungkap, namun penerbit Annapurna Interactive disebut akan membagikan informasi lebih lanjut dalam waktu dekat.