Technologue.id, Jakarta - Biznet berhasil menorehkan kinerja gemilang dalam operasional bisnisnya tahun ini. Perusahaan penyedia layanan internet ini mencatatkan kenaikan pendapatan hingga 30 persen pada tahun 2025.
Pertumbuhan pendapatan tersebut dihitung secara tahunan atau year on year dibandingkan periode sebelumnya. Segmen Business to Consumer (B2C) kini menjadi kontributor utama bagi pemasukan perusahaan.
Hal ini diungkapkan langsung oleh Senior Manager Marketing Biznet, Adrianto Sulistyo, di Jakarta. Menurutnya, dominasi segmen ritel menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan mereka.
Posisi Biznet di pasar penyedia layanan internet Indonesia juga semakin kokoh saat ini. Berdasarkan survei Ipsos, Biznet masuk dalam tiga besar top of mind di benak konsumen Tanah Air.
Strategi Peningkatan Layanan Tanpa Naik HargaManajemen berencana melakukan peningkatan kapasitas bandwidth untuk memanjakan para pelanggan setia. Menariknya, peningkatan kualitas ini tidak akan dibarengi dengan kenaikan harga berlangganan.
Keputusan mempertahankan harga dilakukan demi menjaga tingkat kepuasan pelanggan di tengah persaingan ketat. Konsumen saat ini dinilai semakin kritis dalam membandingkan Kualitas Layanan internet yang tersedia.
Baca Juga:
Adrianto menjelaskan bahwa pertimbangan konsumen kini tak sekadar mencari harga yang paling murah. Aspek kecepatan dan stabilitas jaringan menjadi prioritas utama bagi pengguna modern.
"Kalau ada yang menawarkan harga rendah, mereka akan mempertimbangkan tingkat kecepatan dan aspek layanan lainnya. Jadi, mereka kini lebih teliti," tegas Adrianto kepada awak media.
Dukungan infrastruktur yang luas menjadi modal kuat bagi Biznet dalam melayani kebutuhan digital masyarakat. Hingga kini, layanan Biznet telah menjangkau sekitar 30 provinsi di seluruh Indonesia.
Fleksibilitas Harga Sesuai WilayahKhusus di wilayah Jakarta, perusahaan telah mengoperasikan sekitar 20 kantor layanan untuk pelanggan. Kemudahan komunikasi juga dihadirkan melalui aplikasi khusus untuk terhubung dengan tim customer service.
Vice President Territory Jakarta Biznet, Yasmin Unsulangi, turut menambahkan strategi penetapan harga yang diterapkan perusahaan. Biznet menawarkan fleksibilitas tarif yang disesuaikan dengan kondisi ekonomi suatu wilayah.
Tarif berlangganan internet dapat disesuaikan dengan level daya beli masyarakat di area tersebut. Strategi ini berbeda dengan sektor lain yang mewaspadai Kenaikan Harga produk secara umum.
Sebagai contoh, harga langganan di area dengan daya beli warga lebih rendah akan ditawarkan lebih ringan. Hal ini diharapkan mampu menjadi solusi atas Masalah Biaya akses internet yang sering dikeluhkan.
Pendekatan harga yang adaptif ini memungkinkan penetrasi internet Biznet menjadi lebih merata ke berbagai lapisan. Perusahaan berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan tanpa memberatkan konsumen.