Jakarta – Technologue.id, Tim golf putra Universitas Brigham Young (BYU) mencatatkan momen unik di ajang NCAA Division I Men’s Golf Championships 2026. Mereka harus memainkan putaran final stroke play seorang diri pada Kamis pagi, jauh sebelum peserta lain memulai turnamen.

Kejadian ini bermula dari jadwal padat kejuaraan yang berlangsung selama enam hari di Omni La Costa, Carlsbad, California. Turnamen bergengsi ini dijadwalkan berlangsung dari Jumat, 29 Mei hingga Rabu, 3 Juni 2026.

Secara normal, setiap tim akan memainkan satu putaran kompetisi setiap hari selama enam hari berturut-turut. Namun, situasi ini menjadi masalah besar bagi BYU yang memiliki kebijakan khusus terkait hari ibadah.

BYU adalah universitas yang mayoritas mahasiswanya beragama Mormon, di mana hari Minggu dianggap sakral. Dalam kepercayaan Mormon, Minggu adalah hari untuk beribadah dan beristirahat, bukan untuk berkompetisi.

Kebijakan ini membuat BYU hanya mengizinkan tim olahraganya bertanding dari Senin hingga Sabtu. Hal serupa juga diterapkan di berbagai cabang olahraga lain di kampus tersebut.

Untuk mengatasi benturan jadwal, BYU mengajukan permohonan pengecualian (exemption) kepada NCAA. Mereka meminta izin untuk memainkan putaran hari Minggu di waktu yang berbeda agar tetap bisa berpartisipasi.

NCAA pun menyetujui permohonan tersebut. Alhasil, para pegolf BYU beraksi seorang diri pada Kamis pagi untuk menyelesaikan putaran yang seharusnya dimainkan pada hari Minggu.

“Kami berterima kasih NCAA mengakomodasi kebijakan BYU untuk tidak bertanding di hari Minggu. Mereka memberi kami kesempatan memainkan putaran hari Minggu pada hari Kamis,” tulis akun X resmi BYU Men’s Golf seperti dikutip dari GOLF.com.

Pada putaran khusus itu, BYU mencatatkan skor tim satu under par. Skor ini akan secara resmi dicatat saat tim lain memainkan putaran hari Minggu mereka nanti.

Memasuki putaran resmi hari Jumat bersama tim lainnya, BYU mencatatkan skor delapan over par. Peringkat mereka sebelum turnamen adalah posisi ke-22 nasional.

Kisah BYU ini mengingatkan pada pentingnya adaptasi dalam dunia olahraga modern. Sama seperti pengembangan teknologi terbaru, fleksibilitas jadwal menjadi kunci keberhasilan.

Format kompetisi NCAA sendiri cukup kompleks. Sebanyak 30 tim teratas plus enam individu lolos ke babak stroke play 72 lubang untuk memperebutkan gelar individu.

Setelah babak stroke play selesai, delapan tim dengan skor terendah akan melaju ke babak match play. Babak inilah yang menentukan juara tim nasional NCAA.

Keputusan NCAA mengabulkan permohonan BYU menunjukkan sikap inklusif terhadap keberagaman keyakinan. Hal ini patut diapresiasi di tengah kompetisi ketat olahraga kampus Amerika Serikat.

BYU sendiri bukan satu-satunya institusi yang memiliki kebijakan serupa. Beberapa universitas keagamaan lain di AS juga menerapkan aturan serupa untuk menghormati hari ibadah.

Dengan skema khusus ini, BYU tetap bisa bersaing secara fair tanpa harus melanggar keyakinan agama. Mereka membuktikan bahwa spiritualitas dan prestasi olahraga bisa berjalan beriringan.

Kisah unik ini menjadi pengingat bahwa dunia olahraga selalu punya ruang untuk adaptasi. Selama ada niat baik dan komunikasi, solusi kreatif selalu bisa ditemukan.