Contact Information

Alamat: Komplek Rumah Susun Petamburan Blok 1 Lantai Dasar, Tanah Abang - Jakpus 10260

We're Available 24/ 7. Call Now.
Google Pasang Peringatan untuk Aplikasi Penguras Baterai Android
SHARE:

Technologue.id, Jakarta -  Google mulai menepati janjinya untuk meningkatkan transparansi terhadap aplikasi yang menguras baterai ponsel. Perusahaan kini menghadirkan label peringatan khusus bagi aplikasi yang dianggap menggunakan daya secara berlebihan pada perangkat berbasis Android.

Temuan ini pertama kali dilaporkan oleh situs teknologi 9to5Google, yang melihat pengumuman peluncuran fitur tersebut. Google sebelumnya menyatakan bahwa sistem peringatan ini akan mulai tersedia pada 1 Maret, meski distribusinya dilakukan secara bertahap.

Label tersebut akan muncul di halaman aplikasi dengan pesan: Aplikasi ini mungkin menggunakan lebih banyak baterai daripada yang diharapkan karena aktivitas latar belakang yang tinggi.

Namun, tidak semua pengguna langsung melihat peringatan tersebut. Google menjelaskan bahwa banner ini akan diluncurkan secara bertahap ke aplikasi yang terdampak dalam beberapa minggu ke depan.

Selain menampilkan peringatan kepada pengguna, Google juga mengambil langkah tambahan terhadap aplikasi yang dinilai melanggar standar efisiensi energi. Aplikasi yang terlalu boros baterai berpotensi dikecualikan dari layanan penemuan, seperti rekomendasi di Google Play Store.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong pengembang untuk memperbaiki kinerja aplikasi mereka agar lebih efisien dan tidak menguras daya perangkat pengguna.

Google menjelaskan bahwa definisi aplikasi boros baterai berkaitan dengan mekanisme Android yang disebut partial wake lock. Fitur ini memungkinkan aplikasi menjaga prosesor ponsel tetap aktif meskipun layar perangkat sudah dimatikan.

Dalam beberapa kasus, penggunaan fitur ini memang diperlukan. Misalnya untuk aplikasi yang memutar audio, menjalankan navigasi berbasis lokasi, atau melakukan tugas penting lainnya di latar belakang.

Namun, Google menilai terlalu banyak aplikasi yang menyalahgunakan mekanisme tersebut untuk aktivitas yang sebenarnya tidak diperlukan. Akibatnya, baterai ponsel menjadi cepat habis tanpa disadari pengguna.

Langkah ini juga mencerminkan upaya Google menjaga kepercayaan pengguna Android. Jika baterai perangkat cepat habis karena aplikasi tertentu, pengguna sering kali mengira masalahnya berasal dari perangkat keras ponsel, bukan dari aplikasi yang berjalan di latar belakang.

Situasi tersebut berpotensi membuat pengguna berpindah ke perangkat lain, seperti Apple dengan sistem operasi iOS.

Bagi para pengembang, Google telah menyediakan dokumentasi teknis yang lebih rinci untuk membantu mereka memahami standar efisiensi energi terbaru. Sementara itu, bagi pengguna umum, disarankan untuk memperhatikan label di Play Store sebelum mengunduh aplikasi.

SHARE:

HUAWEI Mate X7 Resmi Meluncur di Indonesia, Tawarkan Durabilitas dan Kamera Flagship

TekLab Buka Akses Teknologi Printer 3D Bambu Lab untuk Kreator dan UMKM