Jakarta – Masa depan LIV Golf kembali menjadi sorotan setelah Saudi Public Investment Fund (PIF) mengumumkan akan menghentikan pendanaan untuk liga tersebut hanya hingga akhir musim 2026. Keputusan ini memicu berbagai reaksi dari para pegolf PGA Tour yang tengah berlaga di Cadillac Championship, Miami.

Brooks Koepka menjadi salah satu figur utama yang merasakan langsung dampak dari situasi ini. Sebagai mantan pegolf LIV yang kembali ke PGA Tour melalui Returning Member Program, Koepka masih harus berjuang keras untuk bisa tampil di turnamen bergengsi.

Ia bahkan harus menunggu sebagai alternatif kedua di Cadillac Championship, berharap ada pemain yang mengundurkan diri. Sayangnya, tak satu pun pemain mundur, sehingga Kamis itu hanya menjadi hari latihan bagi Koepka.

Jon Rahm reacts to a putt at LIV Golf Mexico City

Cameron Young, yang memimpin klasemen sementara setelah mencetak skor delapan-under 64, memberikan komentarnya soal kembalinya Koepka. Menurutnya, kehadiran Koepka sangat positif bagi PGA Tour.

“Saya pikir memiliki Brooks kembali sangat bagus,” ujar Young kepada wartawan. “Tapi sejujurnya, itu bukan urusan saya untuk memutuskan. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan LIV.”

Situasi semakin rumit setelah LIV Golf merilis pernyataan yang menyebutkan fokus mereka pada mitra keuangan jangka panjang. Tak lama kemudian, PIF mengonfirmasi bahwa dana untuk LIV hanya akan berlangsung hingga akhir musim 2026.

Brian Harman, pegolf PGA Tour lainnya, menilai seharusnya ada jalur kembali bagi para pegolf LIV ke PGA Tour. Ia mengakui bahwa masalah hukum seperti gugatan antitrust masih menjadi ganjalan yang sulit dilupakan.

“Sepertinya para penggemar ingin semua orang bermain bersama, dan waktu menyembuhkan semua luka,” kata Harman. “Tapi masih ada sentimen di sini, terutama dengan semua masalah gugatan itu.”

Gugatan antitrust yang diajukan oleh Bryson DeChambeau, Phil Mickelson, dan Talor Gooch empat tahun lalu masih membekas di benak banyak pegolf. Beberapa pemain LIV memang memiliki kesempatan kembali melalui Returning Member Program, namun batas waktu pendaftaran sudah lewat.

Jordan Spieth mengakui kompleksitas situasi ini. Ia menyebut sistem yang berlaku untuk Koepka dan Patrick Reed mungkin perlu dievaluasi kembali.

“Ada banyak hal berbeda yang terjadi dalam empat tahun terakhir,” ujar Spieth. “Saya agak senang tidak berada di ruangan itu. Saya percaya pada orang-orang yang ada di ruangan itu untuk mengambil keputusan yang tepat.”

Patrick Reed at the 2026 Masters.

Sementara itu, Brian Harman mengingatkan bahwa LIV Golf belum sepenuhnya berakhir. Liga tersebut masih bisa mencari pendanaan dari sumber lain dan tetap berjalan.

“Mereka bisa mendapatkan pendanaan dari tempat lain dan terus berjalan,” kata Harman. “Mereka punya banyak pemain besar di sana, orang-orang yang bisa menggerakkan banyak hal.”

Namun, tidak semua pegolf menyambut hangat kemungkinan kembalinya para pegolf LIV. Wyndham Clark sebelumnya mengungkapkan kekesalannya atas kemudahan yang didapat Koepka untuk kembali.

“Agak frustrasi bahwa dia bisa mendapatkan kue dan juga memakannya,” ujar Clark pada Januari lalu. “Jika Anda memberi tahu saya bahwa saya bisa pergi selama satu setengah tahun, menghasilkan banyak uang, lalu bisa kembali, saya pikir hampir semua orang akan melakukannya.”

Scottie Scheffler, pegolf nomor satu dunia, memilih untuk tidak berkomentar banyak. “Saya baru saja selesai dari lapangan golf,” katanya sambil tertawa. “Saya tidak tahu apa yang Anda inginkan dari saya.”

A general view as spectators cheer in the stands on the 12th hole during LIV Adelaide at The Grange Golf Club on April 27, 2024 in Adelaide, Australia

CEO PGA Tour Brian Rolapp sebelumnya menegaskan bahwa program Returning Member Program adalah kesempatan satu kali. Ia juga menyebutkan bahwa para pegolf LIV sudah mengetahui jalur yang tersedia untuk kembali ke PGA Tour.

Patrick Reed menjadi contoh pegolf LIV yang mengambil jalur tersebut setelah kontraknya berakhir. Reed berhasil kembali ke PGA Tour dan kini tengah menunjukkan performa impresif di berbagai turnamen.

Masa depan LIV Golf dan para pegolfnya masih belum jelas. Namun satu hal yang pasti, keputusan PIF untuk menghentikan pendanaan telah membuka babak baru dalam dunia golf profesional.

Jon Rahm, Tyrrell Hatton, Caleb Surratt and Tom McKibbin celebrate winning LIV Golf Mexico

Para pegolf PGA Tour kini hanya bisa menunggu dan melihat bagaimana perkembangan selanjutnya. Akankah LIV Golf menemukan investor baru, atau justru para pemainnya akan berbondong-bondong kembali ke PGA Tour?

Hanya waktu yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Yang jelas, dunia golf tengah memasuki era transisi yang penuh ketidakpastian.

liv golf

image 1777595025376 555