Baca juga:
BlackBerry Berniat Rilis Ponsel yang Ketahanannya Setara Galaxy S8
Hal ini berkaitan dengan temuan lain dalam studi itu, bahwasannya lebih dari setengah (atau tepatnya 53 persen) profesional asal Tanah Air mencari pekerjaan berdasarkan minat mereka. Pola pikir bahwa menjalani passion ini ternyata lebih penting daripada kompensasi dan tunjangan yang didapat dari perusahaan agar profesional di Indonesia mau bertahan. Akan tetapi, andaikan perusahaan menjanjikan pertumbuhan karir dan kenaikan jabatan pada para pegawainya, bukan tidak mungkin para profesional yang jadi responden survei ini memilih untuk bertahan ketimbang mencari tempat bekerja baru.Baca juga:
Waduh, Uber Kesandung Kasus Suap!
"Profesional muda di Indonesia sangat aktif dan sangat memegang kendali atas perjalanan karier mereka," jelas Feon Ang, Vice President of Talent and Learning Solutions Asia-Pacific dari medsos beranggotakan 500 juta user itu, pada redaksi. "Profesional sering kali pindah kerja dengan alasan pendapatan yang lebih besar, jika mereka merasa kurang mendapatkan kesempatan untuk berkembang. Karenanya, memiliki employer branding dan kemampuan untuk mengomunikasikan nilai dan budaya perusahaan dengan tepat dan konsisten menjadi kian penting, untuk menarik kandidat yang tepat."Baca juga:
Sekadar informasi, laporan Inside the Mind of Today's Candidate telah menyurvei lebih dari 14.000 profesional dari seluruh dunia. Survei ini diharapakan mampu membantu divisi HRD dan pemimpin perusahaan untuk menyusun strategi dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) mereka.