Jakarta – Perusahaan teknologi asal Israel, Mobileye, resmi mengumumkan rencana untuk meluncurkan layanan robotaxi di Amerika Serikat. Langkah ini menandai perubahan strategi besar bagi perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai pemasok teknologi pengemudian otomatis untuk berbagai produsen mobil global.

Mobileye akan memulai operasional robotaxi tanpa pengemudi di salah satu kota metropolitan utama Amerika Serikat pada tahun depan. Pada tahap awal, perusahaan akan mengoperasikan sekitar 100 kendaraan otonom sebagai bagian dari uji komersial skala terbatas.

Keputusan Mobileye untuk terjun langsung ke bisnis transportasi berbasis kendaraan otonom menarik perhatian industri. Selama ini, perusahaan lebih dikenal sebagai penyedia teknologi bagi produsen otomotif, bukan sebagai operator layanan mobilitas.

Jika implementasi tahap awal berjalan sesuai target, Mobileye berencana memperluas armada robotaxi secara signifikan. Dalam lima tahun ke depan, jumlah kendaraan otonom yang beroperasi diproyeksikan mencapai sekitar 17.000 unit.

Masuknya Mobileye ke pasar robotaxi terjadi ketika persaingan sektor kendaraan tanpa pengemudi semakin ketat. Sejumlah perusahaan teknologi dan otomotif berlomba menjadi yang terdepan dalam menghadirkan layanan transportasi masa depan.

Sementara beberapa pemain besar seperti Ford dan General Motors mengurangi ambisi mereka, perusahaan lain justru mempercepat ekspansi. Tesla terus mengembangkan layanan kendaraan otonomnya, sementara Waymo milik Alphabet dan Zoox di bawah Amazon semakin agresif memperluas wilayah operasional.

Uber juga telah menunjukkan keseriusan dalam bisnis ini melalui kerja sama dengan produsen kendaraan listrik. Di tengah kompetisi tersebut, Mobileye mencoba menawarkan pendekatan yang berbeda.

Perusahaan menilai industri saat ini terlalu bergantung pada segelintir penyedia teknologi dan model bisnis tertentu. CEO Mobileye, Amnon Shashua, mengatakan pasar mobilitas otonom masih terbuka bagi pendekatan baru.

Menurut Shashua, pengalaman Mobileye selama puluhan tahun dalam mengembangkan sistem pengemudian otomatis menjadi modal penting. Hal ini menjadi bekal utama untuk memasuki bisnis robotaxi secara langsung.

Armada robotaxi yang akan dioperasikan Mobileye menggunakan platform Mobileye Drive sebagai sistem pengemudian otonom utama. Teknologi tersebut dipadukan dengan platform mobilitas Moovit yang saat ini juga berada dalam ekosistem perusahaan.

Integrasi keduanya memungkinkan pengelolaan perjalanan, navigasi multimoda, manajemen armada, hingga pengawasan operasional kendaraan secara real-time. Perusahaan juga menegaskan bahwa ekspansi ke bisnis robotaxi tidak akan mengubah komitmennya sebagai pemasok teknologi bagi produsen otomotif global.

Sebaliknya, layanan robotaxi dianggap sebagai sarana untuk mempercepat adopsi teknologi. Langkah ini juga bertujuan mengumpulkan data operasional dalam skala besar serta membuktikan kemampuan platform Mobileye Drive dalam kondisi nyata.

Perjalanan Mobileye dimulai pada 1999 ketika Prof. Amnon Shashua mengembangkan teknologi visi komputer berbasis kamera tunggal dari hasil riset akademiknya di Hebrew University of Jerusalem. Pada masa itu, sebagian besar industri otomotif percaya bahwa sistem keselamatan canggih membutuhkan radar mahal atau kombinasi beberapa kamera.

Namun Mobileye mengambil jalur berbeda dengan mengembangkan sistem yang mampu mengenali kendaraan dan lingkungan sekitar hanya menggunakan satu kamera dan algoritma perangkat lunak. Pendekatan tersebut kemudian menjadi fondasi bagi perkembangan sistem Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) yang kini digunakan secara luas.

Seiring meningkatnya kebutuhan komputasi, Mobileye mengembangkan chip khusus bernama EyeQ. Generasi pertama EyeQ diperkenalkan pada 2004 dan menjadi salah satu komponen paling berpengaruh dalam evolusi teknologi keselamatan kendaraan. Hingga saat ini, lebih dari 200 juta chip EyeQ telah digunakan pada berbagai model kendaraan di seluruh dunia.

Peluncuran robotaxi menjadi langkah logis berikutnya dalam perjalanan panjang Mobileye. Dari perusahaan yang dahulu membangun "otak" bagi kendaraan modern, Mobileye kini ingin membuktikan bahwa teknologinya mampu menjalankan layanan transportasi otonom dalam skala besar.