Genzone.id – Volvo Cars baru saja mengonfirmasi penurunan total penjualan kendaraan sebesar 10 persen pada periode tiga bulan yang berakhir di Februari. Namun, di tengah laporan kinerja yang melesu ini, pesanan untuk SUV listrik terbaru mereka, Volvo EX60, justru mencatatkan angka yang melampaui ekspektasi perusahaan.
Pabrikan otomotif asal Swedia yang didukung oleh Geely ini mencatat total penjualan sebanyak 156.965 kendaraan selama periode tersebut. Penurunan volume penjualan ini sebagian besar disebabkan oleh tantangan tarif impor Amerika Serikat serta regulasi yang kurang menguntungkan secara global.
Tarif impor AS terus menjadi sumber ketidakpastian utama bagi para produsen otomotif global, termasuk Volvo yang sangat bergantung pada pasar ekspor. Tarif sempat dinaikkan menjadi 27,5 persen tahun lalu sebelum akhirnya dikurangi menjadi 15 persen dan diterapkan secara surut mulai 1 Agustus.
Presiden Donald Trump baru-baru ini mengumumkan pengenaan bea masuk baru sebesar 10 persen sebagai respons terhadap keputusan Mahkamah Agung terkait legalitas tarif sebelumnya. Tak lama berselang, tarif tersebut kembali dinaikkan secara tiba-tiba menjadi 15 persen, memperkeruh situasi bagi pelaku industri yang terdampak perang dagang ini.
Dampak dari kebijakan perdagangan yang ketat ini sangat terasa pada kinerja keuangan Volvo, dengan saham perusahaan turun 25 persen sepanjang tahun ini. Selain itu, laba kuartal keempat perusahaan anjlok hingga 68 persen setelah melakukan pemangkasan harga demi merespons permintaan pasar yang melemah.
Baca Juga:
Meskipun menghadapi tantangan berat, segmen kendaraan listrik (EV) menjadi satu-satunya titik terang dalam laporan hasil terbaru perusahaan tersebut. Penjualan kendaraan baterai-listrik (BEV) naik 18 persen selama periode tiga bulan, menyumbang seperempat dari total volume penjualan Volvo secara keseluruhan.
Model yang telah dielektrifikasi, termasuk varian plug-in hybrid, kini mencakup hampir setengah dari seluruh mobil yang berhasil dijual oleh Volvo. Fakta ini menegaskan komitmen perusahaan untuk terus menggandakan produksi kendaraan listrik, terutama dengan kehadiran model anyar EX60 yang sangat dinantikan.
Volvo EX60 yang baru diluncurkan dianggap sebagai manifestasi terkuat dari kepercayaan diri Volvo dalam segmen kendaraan listrik premium. Hanya sebulan setelah pengungkapannya pada Januari lalu, hampir semua pasar utama Eropa melaporkan pesanan yang jauh di atas perkiraan internal perusahaan.
Swedia sendiri telah menyumbang lebih dari 3.000 pesanan mengikat sejauh ini, yang memicu kekhawatiran mengenai potensi waktu tunggu pengiriman. Tingginya antusiasme konsumen ini menjadi sinyal positif di tengah isu aturan impor yang ketat di berbagai negara.
"Bahwa begitu banyak pelanggan memesan EX60 di bulan pertama telah melampaui harapan kami, dan ini adalah 'masalah' yang baik untuk dimiliki," ujar Erik Severinson, Chief Commercial Officer Volvo, dalam sebuah pernyataan resmi. Ia menambahkan bahwa perusahaan sangat terdorong melihat permintaan yang begitu kuat untuk SUV listrik tersebut.
Untuk mengatasi lonjakan pesanan ini, Volvo kini sedang berdiskusi dengan serikat pekerja lokal untuk menjaga pabrik Torslanda tetap beroperasi. Rencananya, pabrik akan dibuka selama satu minggu tambahan di musim panas, sebuah langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya dalam sejarah perusahaan.
Volvo menekankan pendekatan peningkatan produksi yang "stabil dan hati-hati" guna memastikan kualitas kendaraan tetap terjaga dengan baik. EX60 dibangun di atas platform SPA3 baru, menawarkan jangkauan WLTP hingga 810 km dan kemampuan pengisian daya cepat hanya dalam 18 menit.
Mobil ini dibanderol dengan harga mulai sekitar €62.990 dan bergabung dengan portofolio EV Volvo yang terus berkembang seperti EX30 dan EX90. Kehadiran model ini diharapkan dapat memperkuat posisi Volvo di pasar mobil listrik masa depan yang semakin kompetitif.
Buku pesanan untuk pasar Amerika Serikat diperkirakan baru akan dibuka pada musim semi mendatang di tahun ini. Kombinasi permintaan tinggi terhadap model baru dan penurunan penjualan di pasar utama menempatkan EX60 di bawah tekanan besar untuk memberikan hasil positif bagi perusahaan.