Jakarta – Pebble Beach Golf Links kembali menghadirkan ciri khas lamanya di fairway hole 18 yang legendaris. Sebuah pohon cemara baru ditanam untuk menggantikan pohon yang tumbang pada tahun 2014 lalu.

Pada Kamis lalu, pihak Pebble Beach Resorts mengunggah foto terbaru mengenai penambahan pohon cemara kedua di hole tersebut. Pohon ini menggantikan satu pohon yang roboh saat badai musim dingin pada 11 Desember 2014 silam.

Pekerjaan restorasi ini mengembalikan fitur yang sejak lama menyulitkan pukulan tee shot dan layup bagi para pegolf. Pohon pengganti tersebut berasal dari hole 17 di lapangan Spyglass Hill yang berada di dekatnya.

Saat ini, pohon tersebut berdiri tepat di lokasi yang sama dengan pohon yang tumbang akibat badai. Posisinya sekitar 30 yard lebih dekat ke green dibandingkan pohon pinus yang menjadi pasangannya di fairway.

Pebble Beach menempati peringkat ke-15 dalam daftar 100 Lapangan Golf Terbaik Dunia versi GOLF. Lapangan yang dibuka pada tahun 1919 ini telah mengalami berbagai perubahan signifikan selama lebih dari satu abad.

Pada tahun 1997, Jack Nicklaus dipekerjakan untuk membangun hole 5 baru yang merupakan par-3. Perubahan ini membawa hole tersebut ke tepi tebing yang menghadap ke Stillwater Cove.

Sejak tahun 2010 saja, lapangan ini telah menjalani serangkaian penyempurnaan lainnya. Perubahan tersebut meliputi tee yang lebih panjang di hole 2 dan 9, bunker yang direstorasi, serta green yang dikontur ulang.

Semua perubahan itu dirancang untuk menghidupkan kembali fitur klasik dan membuka lokasi hole baru. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan menjelang ajang bergengsi U.S. Open 2027.

Pebble Beach akan menjadi tuan rumah U.S. Open untuk ketujuh kalinya, sebuah rekor baru. Penanaman pohon ini merupakan bagian dari penyempurnaan lapangan menjelang turnamen besar tersebut.

Ini bukan pertama kalinya pohon ikonik diganti di Pebble Beach. Pada tahun 2002, pohon cemara Monterey setinggi 80 kaki ditanam di samping green hole 18.

Pohon tersebut diambil dari hole 1 untuk menggantikan pohon asli yang mati akibat penyakit pitch canker. Proses penanaman kembali itu menjadi tontonan tersendiri karena melibatkan penggalian lubang besar dan pemindahan akar pohon raksasa.

Namun, peristiwa itu terjadi sebelum era media sosial seperti Instagram sehingga tidak terlalu viral. Kini, momen serupa langsung mendapat perhatian luas setelah diunggah oleh akun resmi Pebble Beach Resorts.

Penanaman pohon ini menjadi salah satu daya tarik baru bagi para pegolf yang akan bermain di lapangan klasik tersebut. Banyak pihak menantikan bagaimana pohon ini akan memengaruhi strategi bermain di hole 18 nantinya.

Lapangan ini terus berupaya mempertahankan karakter historisnya sambil beradaptasi dengan kebutuhan golf modern. Langkah restorasi ini membuktikan komitmen Pebble Beach dalam menjaga warisan ikoniknya.

Para penggemar golf pun antusias menyambut kembalinya fitur klasik di hole penutup yang dramatis ini. Mereka berharap pohon baru ini bisa bertahan lama seperti pendahulunya yang legendaris.