Technologue.idJakarta - Samsung mengonfirmasi bahwa Samsung Messages akan dihentikan sepenuhnya pada Juli tahun in, melalui pengumuman resmi bertajuk End of Service.

Langkah ini menandai berakhirnya perjalanan salah satu aplikasi bawaan klasik di ponsel Galaxy, sekaligus mempertegas arah Samsung yang kini sepenuhnya mengandalkan ekosistem milik Google.

Sebenarnya, keputusan ini bukan sesuatu yang tiba-tiba. Samsung sudah menunjukkan tanda-tanda “pensiun dini” untuk Samsung Messages sejak beberapa tahun terakhir.

Baca Juga:
Daftar HP Samsung yang Diprediksi Dapat Update One UI 8.5

Mulai dari Galaxy Z Fold 6 dan Galaxy Z Flip 6, aplikasi ini sudah tidak lagi dipasang secara default Hal yang sama berlanjut di seri Galaxy S25 Sebagai gantinya, Google Messages langsung menjadi aplikasi bawaan utama.

Screenshot 2026 04 06 055152 1024x604
Samsung Messages Bakal Ditutup pada Juli 2026

Samsung secara eksplisit menyarankan pengguna yang masih memakai Samsung Messages untuk segera beralih ke Google Messages sebagai aplikasi default. Meskipun Samsung Messages masih sempat tersedia di Galaxy Store, kini hanya tinggal menunggu waktu hingga benar-benar ditarik sepenuhnya.

Baca Juga:
Gak Cuma Pintar! Rahasia Baru Samsung Bixby yang Bikin Asisten Lain Kena Mental

Alasan Pindah ke Google Messages

Peralihan ini bukan tanpa alasan. Google Messages hadir dengan teknologi RCS (Rich Communication Services) yang menawarkan pengalaman berkirim pesan jauh lebih modern dibanding SMS tradisional.

Keunggulan lain dari Google Messages adalah integrasi dengan AI generatif Gemini. Teknologi ini memungkinkan pengguna melakukan berbagai hal langsung dari dalam chat, seperti mengedit atau menggabungkan ulang foto, membuat saran balasan otomatis yang lebih kontekstual, hingga membantu merancang pesan dengan gaya tertentu

Ini menjadi lompatan besar dibandingkan Samsung Messages yang lebih fokus pada kustomisasi tampilan.