Technologue.id, Jakarta – Di tengah persaingan layanan digital yang semakin ketat, perusahaan kini menghadapi tantangan besar dalam mengubah calon pengguna menjadi pengguna aktif. Proses registrasi yang panjang dan berulang kerap menjadi hambatan utama, menyebabkan banyak calon pelanggan membatalkan pendaftaran sebelum menyelesaikan proses onboarding.

Menjawab tantangan tersebut, perusahaan penyedia layanan identitas digital dan tanda tangan elektronik, Privy, resmi meluncurkan solusi Privy Digital ID yang menghadirkan dua layanan utama, yakni PrivyHub dan Continue with Privy. Kedua layanan ini dirancang untuk menyederhanakan proses registrasi sekaligus meningkatkan keamanan identitas digital pengguna.

Berdasarkan berbagai studi industri, lebih dari 60 persen pengguna meninggalkan proses pendaftaran karena prosedur registrasi yang dianggap terlalu panjang dan rumit. Di sisi lain, metode pendaftaran yang terlalu sederhana, misalnya hanya menggunakan alamat email, dinilai belum mampu menjamin keaslian identitas pengguna dan berpotensi membuka celah terhadap penyalahgunaan akun maupun penipuan digital.

Ancaman tersebut semakin nyata dengan maraknya kasus Synthetic Identity Fraud, yaitu penggunaan identitas sintetis atau palsu untuk mengakses layanan digital. Data dari Equifax menunjukkan bahwa hingga 95 persen identitas sintetis dapat lolos dari proses onboarding standar yang tidak memiliki sistem verifikasi identitas yang kuat.

CEO dan Founder Privy, Marshall Pribadi, mengatakan bahwa identitas digital kini telah berkembang menjadi infrastruktur penting yang mendukung akses, verifikasi, hingga transaksi digital di berbagai sektor.

“Banyak perusahaan menginvestasikan sumber daya besar untuk mendapatkan pengguna baru, tetapi kehilangan calon pengguna saat proses registrasi karena terlalu panjang dan rumit. Di sisi lain, pengguna juga semakin menginginkan pengalaman digital yang cepat dan aman,” ujar Marshall.

Menurutnya, Privy sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) memiliki kewenangan menerbitkan sertifikat elektronik setelah pengguna melalui proses verifikasi identitas berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), biometrik, serta validasi sertifikat elektronik. Dengan demikian, pengguna yang telah memiliki Privy ID dapat mendaftar ke berbagai platform mitra tanpa perlu mengulang proses verifikasi identitas dari awal.

Selain mempermudah pengguna, pendekatan tersebut juga memberikan keuntungan bagi perusahaan. Setiap pengguna yang telah memiliki Privy ID dipastikan merupakan individu unik dan telah terverifikasi, sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas data pengguna sekaligus menekan potensi fraud.

Privy juga menyediakan perlindungan tambahan berupa Certificate Warranty hingga Rp1 miliar untuk setiap sertifikat elektronik yang diterbitkan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun kepercayaan digital di Indonesia.

Salah satu layanan yang diperkenalkan adalah PrivyHub, sebuah portal yang terintegrasi di dalam aplikasi Privy dan berfungsi layaknya marketplace layanan digital terverifikasi.

Melalui PrivyHub, pengguna dapat menemukan, mendaftar, dan mengakses berbagai layanan dari merchant lintas industri tanpa harus berpindah aplikasi maupun mengulang proses registrasi. Seluruh layanan yang tersedia dapat diakses menggunakan identitas digital yang telah terverifikasi sebelumnya.

Salah satu mitra yang telah bergabung dalam ekosistem ini adalah SPUN, platform layanan pengajuan visa digital. Integrasi tersebut memungkinkan pengguna Privy mengakses layanan pengajuan visa dengan proses onboarding yang lebih singkat dan praktis.

Selain PrivyHub, Privy juga menghadirkan fitur Continue with Privy yang terintegrasi langsung pada aplikasi maupun situs web mitra.

Konsepnya serupa dengan fitur login menggunakan akun pihak ketiga yang telah dikenal luas, namun dengan keunggulan berupa identitas pengguna yang telah melalui proses verifikasi resmi. Pengguna cukup menggunakan Privy ID untuk masuk atau mendaftar pada platform mitra dengan persetujuan yang tetap berada di tangan pengguna.

Melalui solusi ini, perusahaan dapat memangkas hambatan registrasi, mempercepat akuisisi pengguna, serta meningkatkan tingkat konversi tanpa mengorbankan aspek keamanan dan kepatuhan regulasi.

Saat ini, solusi Digital Identity Privy telah diimplementasikan oleh sejumlah perusahaan dari berbagai sektor, mulai dari platform pengajuan visa SPUN, platform investasi digital Treasury, media massa Kompas dan Tempo, hingga perusahaan teknologi pendidikan Belajarlagi.