Technologue.id, Jakarta – Masa emas pertumbuhan industri smartphone Indonesia sudah lewat. Berdasarkan analisis International Data Corporation (IDC), Filipina-lah yang kini menjadi pasar smartphone yang paling panas di Asia Tenggara.

“Ketika sudah banyak pasar smartphone global yang mulai jenuh, pasar smartphone Filipina malah terus tumbuh pesat karena penetrasi smartphone di sana masih rendah (30 persen saja tahun 2015), brand lokal yang mulai menguat, serta daya beli konsumen yang apik,” terang Jerome Dominguez, analis pasar IDC.

Jerome menambahkan, secara total di kuartal pertama 2016, diperkirakan ada 3,5 juta unit ponsel pintar yang terjual di Filipina.

Di sisi lain, penjualan handset di Indonesia malah sedang lesu. Memang, ada sekitar 6,5 juta unit ponsel pintar yang laku pada Q1 2016, tetapi daripada Q4 2015, jumlah itu menurun 22 persen.

Alasannya, menurut Reza Haryo, Senior Market Analyst IDC Indonesia, adalah masih banyaknya stok produk sisa dari akhir tahun 2015 serta daya beli masyarakat yang melambat pasca Imlek.

 

Baca Juga : 

BERSIAPLAH, HARGA SMARTPHONE SAMSUNG AKAN MAKIN MAHAL

4 SMARTPHONE TERBARU DI AWAL JUNI 2016

PASAR SMARTPHONE LOYO, KENAPA?