Technologue.id - Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) kembali menegaskan komitmennya dalam mempercepat transformasi digital di sektor logistik nasional yang terus berkembang. Perusahaan telekomunikasi ini baru saja menggelar forum eksklusif bertajuk Indonesia AI Day for Supply Chain di Jakarta.
Acara yang berlangsung pada 11 Februari 2026 ini mempertemukan berbagai pelaku industri strategis dari sektor transportasi, distribusi, hingga logistik. Fokus utamanya adalah membahas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) guna mengatasi kompleksitas rantai pasok di era ekonomi digital.
Sektor rantai pasok kini berada pada fase yang sangat krusial akibat tingginya ekspektasi pengiriman cepat dari konsumen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, tercatat ada sekitar 16.080 perusahaan pergudangan dan ekspedisi di Indonesia.
Angka tersebut menunjukkan betapa besarnya ekosistem logistik nasional yang mendesak membutuhkan sistem operasional terintegrasi serta berbasis data. Indosat memaparkan bahwa adopsi teknologi terkini dan Strategi AI mampu memberikan dampak efisiensi signifikan.
Secara global, penerapan AI di sektor supply chain disebut dapat meningkatkan pendapatan perusahaan hingga 30 persen melalui strategi harga presisi. Selain itu, efisiensi operasional berpotensi meningkat 30-40 persen, sementara risiko kecurangan atau fraud bisa ditekan hingga separuhnya.
Teknologi predictive maintenance berbasis AI pada armada logistik juga terbukti mampu menurunkan waktu henti tak terencana hingga 50 persen. Hal ini sejalan dengan upaya Indosat menciptakan Jaringan Cerdas yang mendukung operasional bisnis berkelanjutan.
Baca Juga:
Muhammad Buldansyah, Director & Chief Business Officer IOH, menekankan bahwa transformasi digital di sektor ini bukan lagi sekadar pilihan opsional. Menurutnya, aktivitas logistik yang semakin kompleks menuntut ketersediaan informasi yang cepat serta mudah dipahami oleh para pengelola.
"Supply chain saat ini tidak lagi bisa mengandalkan proses manual. Aktivitas logistik semakin kompleks, menuntut informasi yang cepat serta mudah dipahami," ungkap Muhammad Buldansyah di sela acara tersebut.
Ia menambahkan bahwa pelaku industri perlu melihat pergerakan barang dan armada secara real-time agar operasional dapat berjalan lebih rapi. Dengan demikian, keputusan strategis bisa diambil tepat waktu untuk menghindari kerugian yang tidak perlu dalam proses distribusi.
Melihat kebutuhan mendesak tersebut, Indosat mendorong pemanfaatan teknologi berbasis AI agar proses di lapangan dapat saling terhubung. Langkah ini bertujuan membantu pelaku industri mengelola operasional secara lebih terukur dan efisien di tengah persaingan ketat.
Dalam ajang ini, Indosat memperkenalkan 27 solusi berbasis AI yang terbagi ke dalam enam kategori utama untuk industri logistik. Solusi tersebut mencakup konektivitas jaringan privat, manajemen armada, hingga analitik video canggih untuk keamanan infrastruktur kritis.
Pada sektor transportasi, teknologi Fleet Vision dan IoT Telemetry memungkinkan pemantauan kondisi kendaraan dan keselamatan pengemudi secara langsung. Inovasi ini sangat penting untuk menjaga performa armada sekaligus memperpanjang usia kendaraan operasional perusahaan logistik.
Sementara untuk distribusi, tersedia solusi Cold Chain Monitoring guna menjaga kualitas produk sensitif selama proses pengiriman berlangsung. Pendekatan ini memastikan visibilitas kondisi barang tetap terpantau sehingga potensi kerusakan produk dapat diminimalisir secara efektif.
Penerapan teknologi fasilitas pintar seperti Energy Management dan Connected AGV juga dirancang untuk mengoptimalkan operasional di dalam gudang. Penggunaan sistem ini diharapkan dapat mempercepat proses fulfillment sekaligus menekan konsumsi energi secara menyeluruh bagi perusahaan.
Transformasi berbasis AI kini menjadi faktor pembeda utama di tengah ketatnya persaingan industri logistik global saat ini. Implementasi teknologi yang tepat tidak hanya berdampak pada efisiensi biaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan Laba Indosat dan mitranya.