Technologue.id, Jakarta – Senin 10 Agustus 2015 lalu, Google mengejutkan publik dengan mengumumkan nama baru untuk perusahaan induknya. Setelah berkiprah sejak 1998 di industri teknologi informasi, mereka memutuskan untuk membuat satu payung besar yang bisa menaungi beragam bisnis mereka dengan nama Alphabet. Tujuannya, tentu agar kinerja raksasa yang dibesarkan oleh Larry Page dan Sergey Brin kian optimal.

Entitas Google sendiri tetap ada. Saat Alphabet diposisikan sebagai induk usaha dan mengurus semua aktivitas anak usahanya, Google lebih fokus ke bisnis konvensionalnya, seperti search engine dan AdSense, hingga YouTube serta Android.

Setahun berlalu, ternyata cukup banyak hal yang berubah.

Alphabet makin mantap terjun ke dunia otomotif. Dari kabar yang kerap tersiar, mobil self-driving mereka tampak beroperasi dengan impresif. Alphabet sepertinya harus mulai mengurus rencana bisnis sebagai produsen mobil ke depannya.

- Advertisement -

Virtual reality juga menjadi fokus mereka selanjutnya. Di ajang Google I/O tahun ini, mereka memperkenalkan platform virtual reality mereka, Daydream. Sejumlah vendor sudah ditarik untuk bekerja sama, contohnya Xiaomi.

Dari pasar smartphone, optimisme Alphabet Inc. sangat tinggi. Kendati saat ini mereka sudah bermitra dengan sejumlah pabrik smartphone dalam proyek Google Nexus, ternyata perusahaan yang dipimpin Larry Page itu belum puas. Rumornya, mereka berniat untuk membuat smartphone sendiri, bukan sekadar menyuplai perangkat lunak dan mengawasi proses produksi saja seperti sekarang.

Sementara itu, Google masih menjadi sumber pemasukan terbesar Alphabet. Revenue kuartal kedua mereka tahun ini terbukti naik 21 persen dari tahun lalu. Pemasukan dari Google pun dijadikan katrol oleh Alphabet, karena bisnis lain mereka, semacam Nest, Google Fiber, dan Boston Dynamics, belum bisa mendatangkan keuntungan.

Yang cukup disayangkan, Alphabet berencana menarik diri dari industri robotika. Mereka sempat dilaporkan berniat melego Boston Dynamics, anak perusahaan Alphabet yang aktivitasnya membuat robot humanoid. Padahal belum lama ini, mereka berhasil membuat Atlas, robot yang kemampuannya sebenarnya sudah beragam, mulai dari berjalan di medan sulit, membuka pintu, hingga mampu berdiri sendiri setelah terjatuh.

Setidaknya sampai detik ini, Alphabet tetaplah perusahaan raksasa dan masih sangat sanggup untuk bersaing dengan Microsoft, Apple, dan yang lainnya. Well, happy birthday, Alphabet!

 

Baca juga:

5 ALUMNI GOOGLE DENGAN PRESTASI MEMBANGGAKAN

4 RIVAL TERBERAT GOOGLE DI INDUSTRI MOBIL PINTAR

GOOGLE SEMPAT INGIN BELI TWITTER LEWAT SEBUAH BISIKAN